Cuaca Ekstrem Melanda Sambas, Pohon Tumbang Timpa Pagar PLBN

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 265

Cuaca Ekstrem Melanda Sambas, Pohon Tumbang Timpa Pagar PLBN
TUMBANG – Sebatang pohon tumbang menimpa pagar PLBN Aruk Sambas, Sabtu (13/1). Warga diminta waspada karena kondisi cuaca yang ekstrem. (SP/Kinoi)
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Sambas menyebabkan sebatang pohon besar tumbang dan menimpa pagar Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas. Pohon itu juga turut menumbangkan satu tiang listrik. 

SP - Hal ini disampaikan Wakapolres Sambas, Kompol Jovan Reagan Sumual kepada Suara Pemred. Minggu (14/1). 

"Kejadiannya Sabtu, (13/1) pagi. Pohon tersebut tumbang akibat angin kencang. Pohon jatuh mengenai pagar PLBN Aruk di dekat Pos Satpam. Tiang listrik juga ikut tumbang karena terkena pohon tersebut," ungkap Jovan.

Aparat polsek pun telah berada di lokasi guna melakukan koordinasi serta melakukan pengamanan. 

"Dari pihak PLN sudah melakukan perbaikan. Dari data yang kami dapat, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan telah dilakukan upaya perbaikan dan pemotongan terhadap pohon yang tumbang," kata Jovan.

Jovan juga mengimbau masyarakat berhati-hati dalam kegiatan keseharian karena cuaca ekstrem yang kurang kondusif.

"Kondisi cuaca sampai sekarang masih hujan pada beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Sajingan Besar. Karenanya, kami mengimbau agar warga tetap waspada. Segera hubungi personel kepolisian terdekat jika terjadi pohon tumbang atau banjir," pungkas Jovan. 

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Misni Safari mengatakan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus bergerak cepat menangani bencana yang terjadi di Sambas.

"Karena Organisasi Perangkat Daerahnya (BPBD) belum terbentuk, maka Satpol PP harus menanganinya. Satpol PP harus bergerak cepat," kata Misni.

Misni mengatakan bahwa Pemda Sambas bersama DPRD akan membuat Perda tentang Pembentukan BPBD pada 2018.

Dijelaskan bahwa sebenarnya Pemda Sambas sudah membentuk Perda OPD yang di dalamnya terdapat BPBD. 

“Akan tetapi setelah dilakukan evaluasi di Kantor Gubernur ternyata harus dilakukan pemisahan. Hal ini karena ada Undang-Undang yang mengaturnya secara tersendiri, sehingga pada 2018 inilah baru akan dibuat Perda BPBD tersebut," papar Misni.

“Diharapkan masyarakat meningkatkan kehati-hatian karena curah hujan yang tinggi berpotensi banjir. Waspadai akibat yang disebabkan banjir seperti penyakit dan lain-lain," pungkas Misni. (noi/bah)