Bupati Sambas Rombak Jabatan Struktural

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 422

Bupati Sambas Rombak Jabatan Struktural
MELANTIK - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili melantik dan mengambil sumpah jabatan terhadap pejabatan struktural yang dirombak, Rabu (17/1). (SP/Kinoi)

Posisi Kosong Akan Dilakukan Open Bidding


Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili
"Dilakukan perombakan pada Jabatan Tinggi Pratama atau Eselon II, Jabatan Administrator atau eselon III dan Jabatan Fungsional atau Eselon IV."

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Kalimantan Barat, Atbah Romin Suhaili merombak beberapa jabatan struktural di lingkungan pemerintah kabupaten tersebut.

"Dilakukan perombakan pada Jabatan Tinggi Pratama atau Eselon II, Jabatan Administrator atau eselon III dan Jabatan Fungsional atau Eselon IV," ujarnya saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan, di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Rabu (17/1).

Atbah menyebutkan dari struktur yang dilakukan perombakan tersebut terdiri dari 138 orang. Menurutnya juga untuk Jabatan Asisten di Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas, akhirnya semua terisi. 

"Tidak ada jabatan buangan, penempatan staf ahli, itu karena memang pengalaman mereka di bidang yang diamanahkan dinilai mumpuni. Saya menginginkan staf ahli bekerja sesuai namanya, ahli," kata Atbah.

Ia mengingatkan agar para staf ahli banyak memberikan masukan berupa telaah baik diminta atau tidak. Atbah mengharapkan staf ahli menjadi ASN yang benar-benar memiliki profesionalitas ahli. 

"Pengalaman panjang staf ahli di jabatan sebelumnya, saya yakini akan memberikan nilai tambah dan kemudahan dalam menjalani amanah sebagai staf ahli," kata dia. 

Selain itu, dirinya berharap agar para penjabat bisa mendukung keinginan Pemkab sambas untuk perbaikan standar pelayanan. 

"Saya mengharapkan kita semua bersama-sama menyukseskan dan menjalankan program pembangunan di Kabupaten Sambas. Kita sekarang pada standar pelayanan sudah masuk pada zona kuning, semoga di tahun ini, kita dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik, sehingga masuk pada zona hijau," harap Atbah.

Namun diakuinya, dalam pelantikan ini masih ada kekosongan pada pimpinan tinggi pratama atau eselon II, yakni ,Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ruang, Dinas Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan, Dinas Arsip Daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah.

"Untuk kekosongan ini, kita akan melakukan lelang terbuka atau open bidding, hal ini untuk  memberikan banyak ruang agar bisa berkompetisi. Open bidding ini nantinya diikuti oleh kabupaten lain, kita juga akan menyurati sejumlah pemerintah kabupaten,  untuk ikut open biding di Kabupaten Sambas. Untuk waktunya, kita akan usahan secepatnya dan tentu juga ada mekanisme yang harus dipenuhi," terangnya.

Berikut daftar jabatan dan orang yang duduk dalam membantu Bupati Sambas untuk membangun sebagaimana visinya "Sambas Hebat". Untuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan dijabat Sunaryo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan dijabat Uray Heriansyah, dan Asisten Administrasi Umum Daryanto.

Sedangkan untuk Kadis Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB dijabat Arsyad, Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi oleh Zainal Abidin, Kadis Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa oleh Asmani, dan Kadis Perhubungan diisi Fery Madagaskar. 

Kemudian untuk Musanif menjabat Kadis Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian. 

Juliansyah diamanahi jabatan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Agus Supardan menduduki jabatan Kadis Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga. Mohammad Yayan Kurniawan dipercaya mengemban tugas Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Rustina sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sambas. 

Jabatan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ditempati Wahidah.

Ada tiga orang yang didapuk Bupati Sambas menempati Pos staf Ahli Bupati Sambas. Adalah Dr I Ketut Sukarja, Staf Ahli Bupati Sambas bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Ir M Ibrahim MM sebagai Staf Ahli Bupati Sambas Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan dan Yusran Ssos Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik. 

Untuk jabatan camat, ada dua jabatan camat yang bergeser. Jabatan camat yang dimutasi bupati di antaranya Camat Sebawi diisi oleh Burhanul Purkan dan Camat Salatiga diisi Effendi. Camat Sebawi sebelumnya, Syafrudin mengisi jabatan Kepala Bagian Umum Setda Sambas dan Tajudin mantan Camat Salatiga dimutasi ke jabatan Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Setda Sambas.

Menurut Akademisi Poltesa, Erik Darmansyah. Perombakan pada komposisi eselon dua belum akan menghadirkan perubahan berarti.

"Bergantinya eselon II, kemungkinan tidak banyak menghadirkan perubahan, tapi kita tetap berharap kebaikan untuk Sambas," ujarnya.

Alasannya kata erik, dikarenakan waktu pergantian para pejabat yang menduduki kepala dinas tersebut dirasa kurang tepat.

"Pengaturan waktunya yang kurang pas, seharusnya sudah jauh hari sebelumnya, hal ini karena mereka ini para kepala dinas baru, dan harus melaksanakan Rencana Kerja Anggaran 2018 yang sebelumnya sudah disusun oleh pejabat sebelum mereka. Artinya, kita tidak bisa berharap banyak bahwa akan ada terobosan berarti yang akan dilakukan oleh para kadis yang baru tersebut," jelasnya.

Namun, kata Erik, kepala dinas yang baru ini harus tetap bisa menjalankan fungsi mereka sesuai visi -misi Kabupaten Sambas.

"Meski demikian, mereka bertanggung jawab untuk menterjemahkan visi -misi Kabupaten Sambas dalam pelaksanaan program yang telah ada," paparnya.

Hal ini, kata dia dikarenakan masyarakat sangat mendambakan perubahan.

"Masyarakat kita sebenarnya tidak mau tahu siapa yang menjadi pimpinan dinas, mereka haus akan perubahan pada tataran pembangunan, itu saja," tuturnya.

Ke depannya, menurut Erik tinggal bagaimana seorang kepala daerah merangkul bawahannya, agar bisa bekerja maksimal.

"Yang terpenting adalah bagaimana seorang pemimpin melakukan pendekatan kepada bawahannya, menguatkan kekompakan, inilah seni sebagai seorang pemimpin," pungkasnya.


Biasa Terjadi di Pemerintahan


Soal pergantian dan pengangkatan jabatan pimpinan tinggi pratama dan jabatan administrasi hal yang biasa terjadi di pemerintahan.
Demikian disampaikan oleh Politisi Muda Sambas, Galih Usmawan.  

"Namun, hal ini terkesan sangat lambat, nampak sekali masih banyak jabatan pimpinan tinggi pratama yang masih kosong," kata dia mengkritisi.

Galih juga mengomentari terkait beberapa jabatan yang masih kosong, di antaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perumahan Rakyat, Badan Perencanaan Pembangunan, Dinas Arsip Daerah dan Badan Penanggulangan bencana daerah.

"Terkait jabatan yang masih kosong, apakah akan dilakukan open rekruitmen, ini tentu harus diperkuat dengan Peraturan Bupati (Perbub) tentang Pengangkatan Jabatan Tinggi Pratama, Jabatan Administrasi dan Jabatan Pengawas," katanya

Menurut dia, kekosongan tersebut harus segera diisi, mengingat perannya  yang sangat strategis dalam pembangunan.

"Banyak jabatan tinggi pratama yang masih kosong, khususnya di bidang strategis. Jika terlambat tentu akan menghambat pelayanan publik serta serapan anggaran akan terganggu," nilainya.

"Persoalan infrastruktur dasar, kesehatan dan kepuasan pelayanan publik menjadi pekerjaan rumah besar yang masih menunggu, dan mesti dilunasi oleh Bupati Atbah dan jajarannya," tutur Galih. (noi/bob)