Kursi Roda untuk Safari

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 154

Kursi Roda untuk Safari
NGOBROL - wakapolres Sambas, Kompol Jovan R Sumual saat mengobrol bersama anak dengan kebutuhan khusus, Safari. Jovan memberikan kursi roda untuk digunakan Safari sehari-hari, terutama saat sekolah. (SP/Kinoi)

Jovan Trenyuh dengan Semangat Besar Safari


Tak sedikitpun terbesit oleh Safari akan mendapat sebuah kejutan. Anak dengan kebutuhan khusus ini mendapatkan kursi roda dari Wakapolres Sambas, Kompol Jovan R Sumual.

SP - Safari adalah anak asal Desa Serindang, Kecamatan Tebas, dirinya merupakan salah seorang siswa yang kini duduk di kelas dua bangku Sekolah Dasar (SD) 10 Serindang, Kecamatan Tebas.

Safari sejak kecil menderita lumpuh pada kakinya, keterbatasan biaya memaksa keluarganya hanya bisa mengobatinya sebatas kemampuan mereka.

Safari adalah anak bungsu dari dua bersaudara, saudara laki-lakinya berusia 15 tahun harus putus sekolah karena biaya yang tak mampu mereka penuhi. 

Mereka hidup bertiga dengan ibunya yang bekerja sebagai buruh tani di desanya. Ayah Safari sudah lama pulang menghadap ilahi.

Namun semangat safari untuk mengenyam pendidikan seperti anak seusianya sangat tinggi, demikian juga dengan keluarganya.

Setiap hari Safari diantarkan ke sekolah dengan dibopong oleh kakaknya hingga ke dalam kelas, duduk di bangkunya. 

Sepulang dari sekolah, sang kakak kembali menjemput Safari yang menunggunya duduk di bangku yang sama, setiap hari selama dua tahun.

Kisah ini rupanya sampai ke telinga Wakapolres Sambas melalui viral di media sosial. Jovan semakin trenyuh saat mendengar cerita bahwa Safari hanya bisa duduk di kelas saat teman-temannya bermain pada waktu siswa sedang istirahat.

Safari tampak terkejut dan sumringah saat melihat kursi roda dan alat tulis mengambar yang dibawa oleh Wakapolres untuknya, di sekolahannya, Selasa (16/1).

"Bantuan ini untuk mempermudah gerak Safari di kelas, mempermudah dia saat belajar dan bisa turut bermain dengan teman-temannya," kata Jovan.

Jovan pun langsung menggendong Safari saat ketemu di dalam ruangan kelas dan menaikkannya ke atas kursi roda tersebut.

"Anak ini merupakan contoh semangat yang sangat kuat bagi kita semua, untuk tidak menyerah pada keadaan," terangnya.

"Saya berharap anak tersebut tetap semangat belajar, sehingga kelak bisa mandiri walaupun sebagai anak yang istimewa," sambungnya.

Kepala Sekolah SDN 10 Serindang, Yatimi, sangat berterima kasih atas bantuan yang telah di berikan kepada anak didiknya ini. Bantuan tersebut akan menambah semangat Safari untuk bersekolah.

"Saat di kelas Safari biasa duduk dan berdiam di dalam kelas, sedangkan ketika jam istirahat akan ada teman-temannya yang membopongnya keluar kelas, ini akan menambah semangat Safari," ungkapnya.

Tainam, Ibu Safari juga tampak berada di ruangan tersebut. Ucapan terima kasih mengalir seirama air matanya.

"Sudah lama saya berkeinginan membelikan kursi roda, tapi belum ada rezekinya. Saya ucapkan terima kasih kepada bapak atas bantuannya," ungkapnya. (nurhadi/pul)

Komentar