Pesan Wakil Bupati Sambas kepada Remaja Masjid

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 193

Pesan Wakil Bupati Sambas kepada Remaja Masjid
HADIRI KAJIAN - Wakil Bupati Sambas, Hairiah saat menghadiri kajian rutin BKPRMI Kecamatan Tebas di Masjid At Taqwa Desa Sempalai, baru-baru ini. (SP/Kinoi)

Kampanyekan Terus Pemuda Berakhlak Mulia


Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengimbau Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Sambas aktif mengkampanyekan Pemuda Kabupaten Sambas Berakhlakul Karimah (mulia). 

SP - Hal ini disampaikannya saat menghadiri kajian rutin BKPRMI Kecamatan Tebas di Masjid At-Taqwa Desa Sempalai, baru-baru ini. 

Hairiah meminta BKPRMI menjadi benteng menangkal arus pengaruh negatif globalisasi. Pemuda menjadi generasi kuat, besar dipengaruhi dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakatnya. 

Dikatakan, Sambas sebagai daerah yang berpenduduk muslim terbesar di Kalimantan Barat harus menjadi potensi strategis dalam melahirkan kaderisasi pemuda-pemudi berkualitas. 

"BKPRMI harus menjadi bagian lahirnya kekuatan ummat," pinta Hairiah. 

Pemuda adalah aset bagi negara. Karenanya, pemuda atau generasi penerus bangsa harus kuat. Dia meminta pemuda jangan mau dilemahkan melalui pengaruh negatif globalisasi. 

"Sekarang ini negara kita sedang mengalami serangan penjajahan model baru, diantaranya serangan masuknya peredaran narkoba. Ini adalah masalah serius. BKPRMI harus terlibat dalam memerangi ini," kata Hairiah. 

Pada pertemuan BKPRMI Kecamatan Tebas itu, Hairiah juga memaparkan pentingnya pengetahuan terkait pernikahan dini. Dia mengharapkan pemuda Kabupaten Sambas memanfaatkan waktu sebaik-baik mungkin untuk melahirkan kreativitas dan inovasi positif membangun daerah. 

"Maksimalkan potensi dan kompetensi yang dimiliki. Gali potensi itu," tegas Hairiah. 

Wabup mengemukakan harus ada kebanggaan dalam diri setiap pemuda. Dalam mendukung pembangunan, Hairiah mengingatkan, pemuda-pemudi tidak perlu melakukan hal-hal yang rumit. 

"Partisipasi pemuda cukup dengan menunaikan kewajiban sebagai seorang anak kepada orang tuanya, mulai dari belajar, berbakti kepada orang tua. Dan yang utama adalah menjadikan agama sebagai tujuan dan pegangan hidup," ingat Hairiah. 

Pemuda remaja masjid diharapkan mengeksplorasi dan mengekspresikan kebebasan yang bertanggungjawab. Konteksnya sangat jelas, bebas yang diperbolehkan dalam ajaran agama. 

"Jangan lakukan atau jangan selenggarakan kegiatan-kegiatan yang tidak banyak memberikan manfaat positif. Apalagi kegiatan itu lebih banyak mudaratnya," kata Hairiah. (nurhadi/bah)