Memperbaiki Peradaban Sambas yang Rendah

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 197

Memperbaiki Peradaban Sambas yang Rendah
MENGAJI – Sejumlah anak belajar mengaji. Di Sambas, Pemkab setempat akan membina rumah-rumah mengaji. (Ist)

Pemkab Bina Aktivitas Keagamaan Hingga Menginap di Rumah Warga 


Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menilai peradaban Sambas tergolong rendah. Dai pun berjanji akan membangun peradaban lebih baik. 

SP - "Untuk Kabupaten Sambas, peradabannya saat ini masih tergolong rendah. Salah satu contohnya saat kita bangun taman kadang-kadang dirusak. Kita pasang lampu di jalan dicuri atau diketapel oleh oknum yang tidak bertanggungjawab," ungkap Atbah, Kamis (1/2).

Namun, membangun peradaban tidak bisa secara tiba-tiba, melainkan harus dilakukan secara pelan-pelan.

"Kita bertetangga dengan negara Malaysia. Jika persoalan peradaban mereka jauh di atas kita, maka insya Allah kita secara pelan-pelan belajar dan mencontohi mereka," terang Atbah.

Pihaknya terus melakukan penguatan keagamaan kepada para amil (pekerja urusan keagamaan), rumah tahfidz (hafalan Alquran), rumah mengaji dan bidan kampung.

"Untuk mewujudkan peradaban yang lebih baik, saya berkomitmen akan melakukan khutbah Jumat ke setiap desa yang ada di Kabupaten Sambas," kata Atbah. 

Kemudian, untuk program menginap di rumah warga tetap dilakukan bahkan akan membawa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sesuai dengan kebutuhan desa tersebut.


"Sebelum menginap, kami lakukan survei dahulu. Sesuai permintaan warga, nantinya kepala OPD yang menangani persoalan masyarakat. Saya akan ajak untuk menginap di desa tersebut," pungkas Atbah. 

Tokoh pemuda Sambas, Abdul Mukti meminta Pemkab bekerjasama dengan pemerintah desa terkait pengadaan program-program keagamaan. 

“Teknisnya bisa saja mendatangkan ustaz atau penceramah di tiap desa untuk berceramah. Jadwalnya bisa dibikin sebulan sekali. Dari kegiatan itu, masyarakat sekaligus kumpul-kumpul untuk membangun silaturahmi,” kata Mukti. 

Menurut Mukti, pelibatan pemerintah desa wajib dilakukan untuk membangun masyarakat yang beradab. 

“Apalagi sekarang desa sudah mendapat kucuran Dana Desa. Dana Desa itu dapat dimanfaatkan untuk pemupukan pemahaman keagamaan yang mencerahkan dan mendamaikan. Saya kira hal ini bisa dilakukan Pemkab Sambas,” pungkas Mukti. (nurhadi/bah)