Pengguna Listrik Pintar Cuma 16.851

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 112

Pengguna Listrik Pintar Cuma 16.851
ISI ULANG LISTRIK – Seorang warga sedang mengisi ulang listrik prabayar (listrik pintar) dengan mengetik voucher listrik yang dikirim lewat handphone. Di Sambas, PLN Rayon setempat mengajak masyarakat beralih memakai listrik prabayar dari listrik pasca ba

Total Pelanggan Listrik 60.468 di Sambas


Manajer PLN Rayon Pemangkat, Sambas, Yandrison
"Tidak ada biaya abonemen dan terbebas dari uang jaminan langganan. Jumlah token listrik yang terisi pun, tidak terbatas waktu dan tidak pernah kedaluwarsa. Tidak ada pencabutan kilometer listrik."

SAMBAS, SP - Manajer PLN Rayon Pemangkat, Sambas, Yandrison mengatakan, saat ini pengguna listrik pintar di wilayah kerjanya baru mencapai 16.851 pelanggan atau hampir 30 persen dari total pelanggan yang ada.

"Sedangkan untuk total pelanggan kita sendiri semua, baik pengguna listrik pintar maupun pascabayar mencapai 60.468 pelanggan," ujar Yandrison saat dihubungi di Sambas, Minggu (4/2).

Yandrison menjelaskan, meski saat ini jumlah pengguna listrik pintar masih rendah, namun dari waktu ke waktu terus meningkat.

"Dengan semakin tingginya pengguna listrik pintar, maka menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan keuntungan-keuntungan yang diperoleh," papar Yandrison.

Menurutnya, sejumlah keuntungan akan didapat pelanggan dengan menggunakan listrik pintar. Keuntungan itu seperti pelanggan akan terbebas dari kesalahan pembacaan meter, pelanggan juga tidak akan dikenakan denda biaya keterlambatan dan bebas dari biaya beban.

"Tidak ada biaya abonemen dan terbebas dari uang jaminan langganan. Jumlah token listrik yang terisi pun, tidak terbatas waktu dan tidak pernah kedaluwarsa. Tidak ada pencabutan kilometer listrik," papar Yandrison.

Dengan adanya program PLN 100 persen menggunakan listrik pintar dan sejumlah keuntungan yang diberikan, maka ia mengajak masyarakat untuk segera beralih dan bisa menghubungi dan datang ke Kantor PLN terdekat.

"Program PLN ini agar pelayanan PLN juga menjadi maksimal dan masyarakat diuntungkan," pungkas Yandrison.

Bebas Biaya Beban


Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Arifidiar mengajak masyarakat Sambas menggunakan listrik pintar karena menguntungkan pelanggan.

"Program listrik pintar yang dicanangkan PLN Wilayah Kalbar sangat banyak menguntungkan. Saya sendiri sudah beralih ke listrik pintar. Maka dari itu, saya mengajak masyarakat Kabupaten Sambas untuk secepatnya beralih ke listrik prabayar tersebut," ujar Arifidiar.

Arifidiar menjelaskan beberapa keuntungan dan kelebihan dari listrik pintar di antaranya pelanggan terbebas dari biaya beban, bebas dari kesalahan catat meter dan bebas dari petugas pemutusan aliran listrik.

"Dalam hal pembelian isi ulang daya listrik juga lebih mudah karena dapat dibeli di sejumlah PPOB (Payment Point Online Bank) atau di tempat lainnya serta jumlahnya juga banyak pilihan dan ringan," papar Arifidiar.

Lebih mudah lagi, token listrik juga dapat dibeli melalui smartphone dan mesin ATM. Kemudian dari sisi pemerintah daerah juga memperoleh keuntungan dalam percepatan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Setiap token yang dibeli oleh pelanggan, langsung masuk untuk pembayaran pajak penerangan jalan dan itu tidak seperti pascabayar," jelas Arifidiar.

Saat ini PLN Wilayah Kalbar telah menargetkan 2018 seluruh pelanggan Kalbar sudah 100 persen menggunakan listrik pintar. Program 100 persen Kalbar menggunakan listrik pintar dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. (ant/bah)