Lelang Terbuka Jabatan Eselon II Pemkab Sambas

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 440

Lelang Terbuka Jabatan Eselon II Pemkab Sambas
PELANTIKAN – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili melantik pejabat eselon II Kabupaten Sambas, beberapa waktu lalu. Kini, Atbah kembali open bidding (lelang terbuka) tujuh jabatan eselon II yang tersisa. (SP/Kinoi)

Atbah Inginkan Pejabat Profesional dan Bersih 


Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili melakukan lelang terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan tinggi pratama atau eselon II di lingkungan Pemkab Sambas. Adapun persyaratannya secepatnya akan diumumkan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sambas. 

SP - Diketahui, pada 17 Januari lalu, Atbah melantik sebanyak 138 pimpinan tinggi pratama atau eselon II, penjabat administrator atau eselon III dan pejabat pegawas dan penjabat fungsional atau eselon IV.

Akan tetapi, beberapa jabatan di antaranya pimpinan tinggi pratama atau eselon II yakni dinas pendidikan dan kebudayaan, dinas kesehatan, dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, dinas perumahan rakyat, badan perencanaan pembangunan, dinas arsip daerah dan badan pengulangan bencana daerah masih mengalami kekosongan.

Untuk mengisi jabatan penting tersebut, Atbah telah membuka proses lelang terbuka (open bidding).

"Proses rekrutmen untuk kepala SKPD yang masih kosong sudah kami mulai. Mudah-mudahan persyaratannya bisa secepatnya akan diumumkan oleh BKD," kata Atbah, Rabu (7/2).

Dari open bidding tersebut, Atbah berharap akan banyak pihak yang tertarik untuk turut serta.

"Ini kami terapkan sistem open bidding atau lelang terbuka. Saya harapkan kepada siapapun yang tertarik dan mencukupi persyaratan untuk ikut, semakin banyak pendaftar maka semakin banyak pula pilihan kami," papar Atbah.

Proses rekrutmen melalui mekanisme tersebut, menurut Bupati telah sesuai dengan kaidah dan aturan terbaru Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Terdapat hal positif yang bisa didapat dari sistem open bidding tersebut, satu di antaranya adalah mengurangi nilai politik kepentingan.

"Salah satu keuntungannya yaitu mengurangi kepentingan pribadi pemimpin. Jadi saya tidak berkuasa penuh untuk menentukan siapa yang berhak atau siapa yang akan dipilih untuk menjadi pimpinan atau kepala dinas pada instansi tersebut," tegas Atbah.

Tidak menutup kemungkinan pendaftar akan juga diisi oleh orang dari luar daerah Kabupaten Sambas. Karenanya, Atbah mengajak masyarakat Sambas yang memiliki kriteria sepadan agar beramai-ramai untuk turut mendaftar.

"Memang bisa saja posisi ini akan turut diperebutkan oleh dari pihak luar bahkan pihak swasta. Karena arah yang kita harapkan adalah bagaimana negeri ini bisa maju dan dipimpin oleh kalangan profesional yang memang ahli di bidangnya, mereka yang profesional, bersih ini yang kita inginkan," harap Atbah.

Tokoh pemuda, Jimmy Pratomo menilai proses rekrutmen tak boleh terlalu lama.

"Sebab, pada posisi yang dilelangkan tersebut adalah jabatan strategis yang memegang peran besar dalam pembangunan, ada kesehatan, pendidikan dan infrastruktur," tegas Jimmy.

Meskipun demikian, Jimmy mengatakan para pejabat sementara juga tak boleh terlalu santai, karena mereka harus bertugas maksimal meski pada posisi apapun.

"Jadi para pejabat sementara juga harus tetap maksimal. Pertimbangannya bukan hanya ini adalah kewajiban sebagai aparatur sipil negara (ASN), akan tetapi juga demi kelancaran pembangunan ke depan,” kata Jimmy. 

Jika beberapa program yang Rencana Kerja Anggarannya (RKA) telah disusun, maka harus tetap dikerjakan karena ini akan terkait dengan kemampuan daerah dalam menyerap anggaran. 

Jimmy berharap, hasil rekrutmen lewat open bidding tersebut akan menghasilkan pimpinan SKPD yang profesional dan memiliki kapasitas.

"Harapan kami kepala dinas terpilih nantinya profesional dan memiliki kemampuan yang memang dibutuhkan dalam menerjemahkan visi misi pembangunan Kabupaten Sambas," pungkas Jimmy. (nurhadi/bah)