Warga Perbaiki Jembatan Secara Swadaya

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 181

Warga Perbaiki Jembatan Secara Swadaya
RUSAK - Jembatan di Desa Nibung, Kecamatan Paloh rusak. Warga secara swadaya memperbaiki jembatan itu dengan menimbun lubang menggunakan batang pohon kelapa agar dapat dilintasi kendaraan. Pemprov Kalbar diminta segera merespons kerusakan jembatan itu. (I

Ingatkan Pemkab Suarakan Aspirasi ke Pemprov Kalbar


Kepala Desa Nibung, Mayadi 
"Kami hanya bisa mendorong dan menunggu pembangunan jembatan tersebut. Namun sambil menunggu, tentunya kita tetap berusaha agar jembatan dapat berfungsi dan digunakan masyarakat."

SAMBAS, SP - Warga perbatasan di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas memperbaiki jembatan yang ada di desanya secara swadaya. Perbaikan jembatan itu juga dibantu oleh petugas Polsek dan Koramil Paloh.

"Perbaikan jembatan ini karena memang kondisi konstruksinya sudah memprihatinkan. Kita bersyukur dalam perbaikan ini dibantu Kapolsek dan Danramil bersama jajaranya yang turun," ujar Kepala Desa Nibung, Mayadi, Sabtu (10/2).

Perbaikan yang ada bertujuan menghindari terjadinya kecelakaan. Jembatan yang ada sangat penting untuk lalu lintas kendaraan.

"Sebenarnya sejak tahun sebelumnya jembatan ini sudah pernah disuarakan agar segera diperbaiki dengan anggaran pemerintah. Namun hingga kini belum ada tanggapan," kata Mayadi.

Mayadi pun kembali meminta Bupati Sambas dan DPRD Kabupaten Sambas untuk segera menyampaikan dan mendorong Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera memperbaiki jembatan yang merupakan jalur primer penghubung daerah perbatasan. 

"Kami hanya bisa mendorong dan menunggu pembangunan jembatan tersebut. Namun sambil menunggu, tentunya kita tetap berusaha agar jembatan dapat berfungsi dan digunakan masyarakat," kata Mayadi.

Pengelola Ekowisata Mangrove, Darmawan sangat berharap pembangunan jembatan ini segera dilakukan dengan konstruksi yang berkualitas sehingga tahan lama.

"Pembangunan ini diharapkan dapat menyesuaikan, mengingat daerah perbatasan ini sudah mulai banyak aktivitas kendaraan. Bahkan kendaraan yang membawa alat berat juga menggunakan jalur ini," ujar Darmawan. 

Kondisi jalan dan jembatan yang rusak juga dialami daerah lainnya di Kecamatan Paloh.

"Bukan itu saja, tidak jauh dari pintu gerbang perbatasan di Desa Malek, keadaannya juga sama. Di sana terdapat jembatan yang sudah tidak layak lagi untuk dilewati," ungkap Darmawan.

Namun apa daya, untuk mencapai pesisir Pantai Temajuk yang mempesona tersebut, masyarakat memang tidak memiliki pilihan jalan lain. 

"Kondisi ini sudah cukup lama dan makin parah. Sampai akhir tahun kemarin belum kunjung diperbaiki. Ini merupakan akses satu-satunya untuk mencapai Pantai Temajuk. Masyarakat mau tak mau melintasinya," keluh Darmawan.

Darmawan berharap pemerintah segera mengambil tindakan agar hal tersebut diatasi, sebelum memakan korban jiwa.

"Sementara ini lubang pada jembatan ditutup menggunakan plat besi, namun tidak semua lubang bisa ditutupi. Jadi kita berharap agar segera diperbaiki karena sangat membahayakan pemakai jalan, terutama ketika mereka melintas saat malam hari,” pungkas Darmawan. (noi/ant/bah)

Hairiah Janji Adukan ke Pemprov


Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan siap untuk menyampaikan keinginan masyarakat kepada Pemerintah Provinsi Kalbar.

"Akan kita sampaikan. Sudah saatnya pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran APBD untuk infrastruktur di wilayah Kabupaten Sambas," tegas Hairiah.

Hairiah juga menyampaikan harapannya agar anggota legislatif asal Sambas bisa melakukan hal yang sama.

"Selain itu juga kepada para anggota legeslatif Dapil Sambas untuk dapat menyinergikan usulan bersama Pemkab terkait infrastruktur yang menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi," kata Hairiah.

Komunikasi dan sinergisitas bersama antara pemkab dan anggota DPRD Kalbar Dapil Sambas, kata Hairiah, menjadi kunci untuk membangun daerah Sambas. 

"Harapannya seperti itu. Karena APBD Provinsi Kalbar tentu harus dengan komunikasi intens dengan para anggota legeslatif asal Kabupaten Sambas. Ini yang juga harus ditingkatkan," pungkas Hairiah. (noi/bah)