Kawasan Taman Lunggi Jadi Arena Balap Liar

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 66

Kawasan Taman Lunggi Jadi Arena Balap Liar
RAMAI - Taman Lunggi ramai dikunjungi warga, terutama akhir pekan. Namun, kawasan taman itu kerap dijadikan remaja sebagai arena balap liar. (SP/Kinoi)

Pengunjung Terganggu dan Cemas Ditabrak 


Ada saja kelakuan remaja ‘zaman now’. Jalan Komplek Perkantoran Bupati Sambas dijadikan sebagai arena balap liar. Pengguna jalan pun mengeluhkan kenakalan remaja tersebut. 

SP - "Saya tidak membolehkan adanya balapan liar di wilayah Perkantoran Bupati dan Instansi Kabupaten Sambas karena ini adalah jalan umum dan jalan negara. Kepentingannya adalah kepentingan negara dan kepentingan umum," tegas Atbah saat dihubungi, Senin (12/2).

Balapan liar juga akan mengganggu kenyamanan masyarakat yang ingin menikmati keindahan Taman Lunggi Sambas.

"Terlalu berisiko apabila ada kegiatan balapan liar, apalagi sekarang masyarakat Sambas sudah mulai menikmati keberadaan Taman Lunggi di daerah tersebut," ujar Atbah.

Tak hanya berbahaya bagi pengguna jalan lainnya, balap liar ini juga akan membahayakan pelakunya karena seringkali tak memakai pengaman seperti helm. 

"Karena itu saya harapkan dan minta jangan lagi menggunakan jalan di lokasi tersebut sebagai sirkuit untuk balapan," tegas Atbah.

Atbah menyadari minat dan bakat generasi muda seharusnya tersalurkan, akan tetapi keterbatasan anggaran pemerintah menjadi alasan untuk tidak merealisasikan adanya sebuah sirkuit bagi pecinta olahraga balap motor.

"Iini belum sama sekali kita izinkan. Memang sebenarnya kita harus memberikan alternatif, namun ketiadaan dana atau anggaran menjadi kendala," terang Atbah.

Namun, Atbah tidak menampik kemungkinan akan dibangunnya sirkuit dengan melibatkan pihak ketiga.

"Saya harap kepada para pembalap silakan untuk mengajak investor jika memang ada yang ingin berinvestasi membangun sirkuit di Kabupaten Sambas. Siapa tahu ada para pembalap yang memiliki kolega atau mendengar pihak ketiga yang tertarik untuk membangun sirkuit," kata Atbah. 

Satu di antara warga yang mengeluhkan kejadian itu yakni Eko. Eko mengaku tak nyaman saat mengunjungi Taman Lunggi, sementara para remaja asyik balapan liar. 

"Kita datang untuk membawa anak dan istri menikmati Taman Lunggi, namun ada yang kebut-kebutan," ujar Eko.

Eko khawatir terjadi kecelakaan yang bisa mengakibatkan jatuhnya korban, terlebih di lokasi tersebut merupakan daerah yang cukup ramai.

"Biasanya sore taman itu makin ramai, terutama akhir pekan. Takutnya ada yang menabrak, masyarakat bisa mengamuk dan main hakim sendiri," pungkas Eko.

Hal senada disampaikan oleh Mizan. Menurutnya, Taman Lunggi bagus. Anak-anak senang bermain di situ. 

“Tapi sayang saat kita mengendarai motor di sekitarnya banyak remaja yang balapan liar. Ini bahaya. Kalau kita lengah bisa saja jadi korban mereka," kata Mizan. 

sementara sopir truk, Koko mengatakan, dirinya pernah hampir menabrak remaja yang kebut-kebutan di sekitar Jalan Pembangunan tersebut.

"Pernah beberapa waktu lalu saya harus ngerem mendadak karena ada motor yang tiba-tiba menikung keluar dari jalan depan kantor bupati. Di situ selalu menjadi tempat ajang balap liar, apalagi kalau malam hari," kata Koko. (nurhadi/bah)