Hari Perempuan Internasional di Sambas, Hairiah Nilai Perempuan Agen Perubahan bagi Negeri

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 80

Hari Perempuan Internasional di Sambas, Hairiah Nilai Perempuan Agen Perubahan bagi Negeri
Wakil Bupati Sambas, Hairiah
Perempuan adalah agen perubahan bagi negeri. Hal itu ditegaskan Wakil Bupati Sambas, Hairiah menyambut peringatan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada 8 Maret. 

SP - "Isu kesetaraan gender adalah dimana perempuan dan laki laki mempunyai hak yang sama dalam  berbagai kehidupan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, ekonomi, sosial, budaya, politik, dan lainnya," ujar Hairiah, Kamis (8/3).

Tak hanya itu, dalam perkembangannya, perempuan mendapatkan porsi yang luas untuk membuktikan eksistensi mereka.

"Dengan kesempatan yang sama, berarti terbuka peluang para perempuan untuk mengaktualisasikan kemampuannya dan meraih prestasi dimana pun dia berkiprah," jelas Hairiah.

Peran perempuan, kata Hairiah, sangat penting dalam proses pembangunan.

"Perempuan harus terlibat sebagai bagian penting dari pembangunan dan berperan sebagai agen of change bagi negeri ini," kata Hairiah.

Dikatakan bahwa perempuan Kabupaten Sambas adalah sosok perkasa yang juga memiliki andil dalam pembangunan daerah.

"Khususnya Kabupaten Sambas, para perempuan yang tangguh ada di semua bidang, dengan karya-karya yang ada dan menjadi penggerak pembangunan di Kabupaten Sambas," ungkap Hairiah.

Lebih khusus dalam bidang kesehatan, Hairiah juga berharap agar tingkat kematian ibu bersalin terus menurun.

"Harapannya adalah dalam bidang kesehatan, meningkatnya kualitas hidup perempuan. Salah satunya tidak ada lagi ibu yang meninggal karena persalinan lantaran tingkat kesehatannya menurun," pinta Hairiah.

Tak hanya itu, isu kekerasan dalam rumah tangga dan pelecehan terhadap perempuan juga diharapkan tidak terjadi lagi.

"Harapan kita juga agar tidak ada lagi para perempuan yang hidup dalam kondisi ketakutan karena mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Tidak ada lagi penyerangan seksual kepada anak-anak," kata Hairiah.

Keterwakilan perempuan di instasi pemerintah, lanjut Hairiah, meningkat dan dalam peran yang strategis.

“Serta bertambahnya perempuan menjadi anggota legeslatif, baik di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional. Itu yang kita harapkan," pungkas Hairiah. (nurhadi/bah)