Miliki Ragam Budaya, Karolin Ajak Masyarakat Sambas Jaga Warisan Leluhur

Sambas

Editor Andrie P Putra Dibaca : 223

Miliki Ragam Budaya, Karolin Ajak Masyarakat Sambas Jaga Warisan Leluhur
Bersama kerabat Keraton Alwatzikhoebillah dan pemuka agama Sambas, Karolin makan bersaprah. (ist)
PONTIANAK, SP - Setelah safari politiknya di Pontianak dan Mempawah, kali ini calon gubernur (cagub) Kalbar nomor urut 2, Karolin Margret Natasa, melanjutkan kegiatan kampanye di Kabupaten Sambas, Selasa (13/3).

Kehadiran Karolin bersama cawagub Suryadman Gidot dan timnya di kabupaten yang berjuluk Serambi Mekah ini, disambut oleh sejumlah kerabat Keraton Alwatzikhoebillah Sambas, pemuka agama, dan tokoh Pemuda Melayu setempat.

Dalam penyampaiannya, Karolin memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada pihak keraton dan masyarkat Sambas secara umum karena telah melestarikan kebudayaan lokal yang ada sampai saat ini. Kehidupan sosial kemasyarakatan di Sambas, masih kental akan nilai-nilai kebudyaaan, warisan para leluhur.

Dengan ragam khazanah budaya yang dimiliki, Karolin mengharapkan ada upaya menonjolkan kebudayaan di Sambas untuk bisa terdaftar dalam warisan budaya tak benda dari pemerintah.

Sebagai paslon dalam Pilgub, Karolin dan Gidot memiliki visi yang jelas untuk mendorong kebudyaaan lokal di Kalbar.

“Sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Kalbar, saya bersama pak Gidot kami memiliki visi yang jelas untuk mendorong tumbuh kembang warisan budaya dan kearifan lokal serta pengembangan bahasa untuk membangun karakter bangsa. Untuk itu, saya menantang masyarakat Sambas agar bisa menonjolkan budaya lokalnya agar kedepan bisa didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda," kata Karolin.

Ia menjelaskan, kebudayaan setiap masyarakat tentu terdiri dari unsur-unsur tertentu yang merupakan bagian dari kebulatan tekad, yakni kebudayaan itu sendiri. Termasuk masyarakat Kabupaten Sambas yang tentunya memiliki banyak nilai budaya yang harus terus dilestarikan dan perlu mendapatkan pengakuan dari dunia luar.

“Beruntunglah Indonesia, memiliki tiga warisan budaya tak benda yang diakui dunia itu. Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk bersama-sama menjaga pengakuan dunia terhadap budaya kita," ujarnya.

Ia menambahkan, peran budaya dalam membangun dan memajukan bangsa adalah membentuk karakter dan moral bangsa. Krisis karakter, generasi muda yang tidak punya prinsip dan integritas adalah indikasi kegagalan pembangunan kebudayaan. 

“Untuk itu, Presiden Jokowi sudah menyatukan upaya membangun karakter bangsa ini dalam program yang kita kenal sebagai Revolusi Mental. Ini adalah sebuah program yang pada dasarnya mencoba mengatasi adanya indikasi krisis karakter di kalangan generasi muda saat ini," terangnya.

Dilanjutkan, dengan melestarikan budaya, salah satu cara dan bentuk upaya menghidupkan spirit kebudayaan yang harus ditanamkan sebagai pondasi pembentukan karakter bangsa.

Karolin juga mengatakan, saat ini, Istana Alwatzikhoebillah Sambas menjadi salah satu dari lima belas cagar budaya yang sudah mendapat SK penetapan dari pemerintah pusat.

“Jika saya dipercayakan masyarakat Kalbar, termasuk masyarakat yang ada di kabupaten Sambas ini untuk memimpin provinsi ini kedepan, saya tidak ingin berjanji muluk-muluk. Saya hanya ingin membuktikan bahwa kami akan bekerja keras untuk membawa Kalbar lebih baik ke depan, termasuk dalam menjaga kelestarian budaya dari setiap suku yang ada di provinsi ini," tuturnya. (umr)