Pantai Terancam Habis karena Praktik Galian C, Mahasiswa Deklarasi Jaga Pantai di Dusun Laut Sambas

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 87

Pantai Terancam Habis karena Praktik Galian C, Mahasiswa Deklarasi Jaga Pantai di Dusun Laut Sambas
DEKLARASI – BEM Politeknik Negeri Sambas bersama masyarakat deklarasi jaga pantai di Dusun Laut, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Minggu (11/3). (SP/Kinoi)
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) mendeklarasikan pantai di Dusun Laut, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas sebagai salah satu ikon wisata di Kabupaten Sambas, Minggu (11/3).

SP - Delarasi tersebut dihadiri Remaja Mesjid Al-Muhtadi Dusun Mariana, Kepala Dusun Pantai Laut, Bhabinkamtibmas Desa Matang Danau dan masyarakat Dusun Pantai Laut, Desa Matang Danau kecamatan Paloh. 

Deklarasi yang berisi Jagalah Pantai Kita agar Menjadi Objek Wisata ini  dilakukan karena melihat beberapa laporan dari masyarakat sekitar tentang keadaan pantai yang sudah hampir habis ditelan abrasi.

"Kami sangat prihatin melihat keadaan pantai yang memang sudah hampir ditelan abrasi. Untuk itu, hari ini kami mendeklarasikan pantai di Dusun Laut, Desa Matang Danau sebagai salah satu ikon wisata Kabupaten Sambas,” ungkap Presiden Mahasiswa Poltesa, Pahmi, Senin (12/3).

Pahmi mengatakam bahwadengan adanya deklarasi pantai tersebut, dapat menjadi sebuah gerakan awal masyarakat sekitar agar dapat menjaga pantai.

"Kami berharap dengan deklarasi ini masyarakat  sekitar sadar bahwa betapa pentingnya menjaga pantai," kata Pahmi.

Pahmi mengaku miris dan kecewa melihat pantai yang sudah hampir habis ditelan abrasi, namun masih ada masyarakat yang melakukan galian pasir ilegal.

"Saya juga mendengar laporan dari beberapa warga bahwa masih ada warga sekitar yang melakukan galian pasir ilegal dengan kondisi pantai yang saya pikir sudah hampir habis. Tentu hal ini sangat miris sekali," ungkap Pahmi.

Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sambas agar cepat dan tegas dalam menangani hal ini.

"Pemda dapat segera menyelesaikan permasalahan daerah pesisir Sambas yang memang banyak terkena abrasi, khususnya Dusun Pantai Laut ini, yaitu dengan memasang alat pemecah ombak. Jika tidak diatasi, maka akan menghabiskan tempat warga sekitar," pinta Pahmi.

Pemerintah daerah juga harus melihat potensi daerah di Kabupaten Sambas yang termasuk daerah pesisir agar menata daerah-daerah tersebut untuk dijadikan ikon wisata.

"Kami juga berharap dengan deklarasi ini agar daerah-daerah pesisir pantai juga diperhatikan oleh Pemda Sambas, serta dikawal agar dapat dijadikan sebagai ikon wisata di Kabupaten Sambas. Sebab, ini adalah salah satu potensi daerah," kata Pahmi.

Di akhir kegiatan deklarasi, BEM Poltesa melaksanakan bersih-bersih pantai sebagai wujud kepedulian terhadap area pantai. (nurhadi/bah)