Warga Diminta Tak Terprovokasi Berita Hoax

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 97

Warga Diminta Tak Terprovokasi Berita Hoax
SOSIALISASI - Bhabinkamtibmas Polsek Paloh, Brigpol Noviandi menggelar sosialisasi tentang berita hoax serta bahayanya kepada masyarakat Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, baru-baru ini. (SP/Kinoi)
SAMBAS, SP - Bahaya berita palsu atau hoax sangat berpotensi mengganggu stabilitas dan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Masyarakat di daerah terpencil, terlebih di daerah perbatasan, sangat rentan akan simpang siur informasi karena akses telekomunikasi yang masih terbatas.

Bertempat di pesisir pantai Dusun Pantai Laut, Desa Matang Danau, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Bhabinkamtibmas Polsek Paloh, Brigpol Noviandi menggelar sosialisasi tentang berita hoax serta bahayanya kepada masyarakat di daerah tersebut, baru-baru ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kadus Dusun Pantai Laut Desa Matang Danau, mahasiswa Politeknik Negeri Sambas dan masyarakat Desa Matang Danau sekitar 20 orang.

"Kabar palsu dan provokatif yang menyebar di internet hendaknya bijak disikapi, terlebih menjelang Pilgub 2018. Karenanya, masyarakat diminta untik tidak terpancing dan terprovokasi," ujarnya.

Berita hoax memiliki potensi yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan serta kamtibmas yang selama ini sudah terjaga.

"Harus menjaga keutuhan serta keharmonisan yang sudah terjalin. Sebab, berita palsu atau hoax memiliki maksud jahat di baliknya. Ini dapat mengganggu stabilitas keamanan, terutama Pilgub 2018," ingatnya.

Dia juga berpesan agar masyarakat berhati-hati dan menghindari perbuatan melawan hukum.

"Mari kita sama-sama selalu menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Jangan sampai menjadi korban kejahatan, apalagi sampai menjadi pelaku kejahatan seperti penyalahgunaan narkoba, pencurian, penganiayaan, perbuatan cabul dan  pembakaran hutan,” pungkasnya.

Sementara mahasiswa IAIN Pontianak asal Sambas, Abdul Malik berharap masyarakat bijak dan cerdas bermedia sosial. 

“Untuk berita-berita dari sumber yang tidak terpercaya, sebaiknya warga menahan diri untuk tidak langsung percaya dan membagikannya. Jangan sampai warga reaktif terhadap berita-berita yang belum jelas kebenarannya dan dibagikan oleh sumber yang tidak jelas,” katanya. 

Malik juga meminta polisi segera menindak akun-akun yang terindikasi menyebarkan berita atau unggahan yang provokatif.

“Polisi harus deteksi dini. Jangan sampai kabar bohong tersebar luar dan ditelan oleh banyak warga,” pungkasnya. (noi/bah)