Kemenag Minta BWI Kelola Wakaf Segera

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 216

Kemenag Minta BWI Kelola Wakaf Segera
MASJID – Tanah wakaf dapat digunakan untuk pembangunan masjid. Tanah wakaf tidak boleh dihibahkan, tidak boleh dijual, tidak boleh dialihkan atau diubah peruntukannya. (Ist)
SAMBAS, SP - Untuk memperbaiki tata kelola wakaf, Kementerian Agama Kabupaten Sambas berharap Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sambas bekerja sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

Kasibimas Islam Kemenag Kabupaten Sambas, Karlan mengatakan, untuk pengurusan tanah wakaf di Kabupaten Sambas sudah ada BWI yang berfungsi untuk memperbaiki tata kelola tanah wakaf.

"Kami, Kemenag Sambas berharap pengurus BWI Sambas bekerja sesuai peraturan yang berlaku," kata Karlan, baru-baru ini.

Kini, Kemenag Sambas hanya sebatas untuk melegalkan tanah wakaf  dan melakukan pembinaan kepada petugas penerima wakaf atau nazir.

Karlan mengungkapkan bahwa tanah wakaf di Kabupaten Sambas masih banyak belum terdata dengan baik. Pihaknya pun akan segera melakukan penyegaran kembali petugas nazir.

"Kita akan secepatnya memperbaiki, terutama untuk petugas nazir, sehingga data wakaf di Kabupaten Sambas bisa dikoordinir dengan baik dan bisa menghindari sengketa-sengketa yang bisa saja terjadi," terang Karlan.

Karlan mengimbau masyarakat jika ingin melakukan wakaf, sebaiknya harus melaporkan ke Kantor Urusan Agama (KUA) terlebih dahulu.

"KUA bertugas melegalkan wakaf secara tertulis. KUA merupakan pejabat pembuat akta wakaf. Di KUA akan dibuatkan akta ikrar wakaf," pungkas Karlan. 

Diberitakan sebelumnya, Kepala BWI Kalbar, Wajidi Jayadi mengatakan, banyak wakaf yang tidak produktif dan tidak terkelola serta tidak dikembangkan dengan baik. Diharapkan BWI bisa membina wakaf itu dengan melakukan kerja sama ke berbagai pihak, terutama kementerian agama.

Diungkapkan bahwa tanah wakaf di Kabupaten Sambas cukup banyak. Untuk itu, diharapkan berkembang dan dikelola dengan sebaik-baiknya sehingga manfaatnya dirasakan oleh umat Islam. (noi/bah)