Panen Raya Padi di Kecamatan Semparuk Sambas

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 199

Panen Raya Padi di Kecamatan Semparuk Sambas
PANEN RAYA - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menghadiri panen raya Kelompok Petani Dare Nandung di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Rabu (14/3). (Ist)

Atbah Ingatkan Petani Keluarkan Zakat Hasil Pertanian


Petani diminta bersemangat mengelola pertaniannya. Sebab, ke depan hasil pertanian itu akan diusahakan untuk diekspor ke Malaysia. 

SP - Demikian pernyataan Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili saat memberikan sambutan pada acara panen raya Kelompok Petani Dare Nandung di Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Rabu (14/3). 

"Kita harus semangat bercocok tanam dan berkebun. Sebab, sebantar lagi akan dibuka terminal ekspor impor di Kecamatan Sajingan," ungkap Atbah yang didampingi pejabat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sambas dan Camat Semparuk.

Harapanya, melalui hasil pertanian dan perkebunan yang diekspor bisa membantu perekonomian masyarakat petani.

"Kita sangat menginginkan semua hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Sambas bisa dijual untuk menunjang perekonomian keluarga," kata Atbah.

Atbah mengungkapkan bahwa Kabupaten Sambas merupakan daerah yang sangat kaya dalam bidang pertanian. Banyak hasil pertanian yang bisa dijadikan komoditas pangsa pasar global.

"Beberapa hasil pertanian yang bisa dijual itu seperti padi, lada, jeruk, buah naga, petai. Apapun yang kita tanam di kebun bisa menghasilkan uang sehingga dapat menunjang penghasilan keluarga. Saya harap jangan sampai ada lahan tidur atau tidak digarap," pinta Atbah.

Atbah membeberkan, jumlah petani selalu berkurang setiap tahunnya dan kebanyakan petani berusia 45 tahun ke atas. Hal ini, menurut Atbah, karena pola pikir yang salah. 

"Saya berharap ke depan kita harus tetap bangga dan selalu semangat menjadi petani. Kita juga meski menggalakan petani muda untuk masa depan pertanian Kabupaten Sambas supaya kabupaten ini makmur," kata Atbah.

Atbah berpesan, petani tidak lupa mengeluarkan zakat hasil pertanian. Sebab, dalam harta kita, termasuk hasil pertanian, ada hak orang lain.

"Pesan saya, kalau kita bertani lalu hasilnya banyak, jangan lupa untuk berzakat. Sebab, zakat adalah hak orang lain, bukan milik kita. Jika tidak kita keluarkan zakat, harta kita tidak berkah,” kata Atbah.

Lebih lanjut, Atbah mengatakan bahwa pemerintah akan terus menggalakkan upaya peningkatan produksi dan mutu tanaman pangan di Kabupaten Sambas yakni tanaman padi, jagung dan kedelai.

Atbah menambahkan,menjadi anak petani merupakan suatu kebanggaan. Sebab, petani adalah salah satu profesi yang sangat mulia. 

"Kita harus bangga mempunyai orang tua petani karena ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Saya juga merupakan anak seorang petani," kata Atbah. (nurhadi/bah)