Harapan untuk PLBN Aruk Sambas, Jadi Jalur Perdagangan Resmi untuk Sejahterakan Rakyat

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 214

Harapan untuk PLBN Aruk Sambas, Jadi Jalur Perdagangan Resmi untuk Sejahterakan Rakyat
MEGAH - PLBN Aruk tampak berdiri megah. PLBN ini diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat. Sebab jika jalur perhubungan antara Malaysia dan Indonesia itu sudah dibuka, tentu bisa dilakukan untuk jalur perdagangan. (Detik)
Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat. Sebab jika jalur perhubungan antara Malaysia dan Indonesia itu sudah dibuka, tentu bisa dilakukan untuk jalur perdagangan. 

SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, dalam waktu dekat akan dilakukan uji trayek lintas batas dari Aruk-Kucing dan Kucing Malaysia-Aruk Sambas dan Singkawang.

"Insya Allah dalam waktu dekat ini. Nanti akan ada tamu kita dari Serawak Malaysia yang hadir untuk melakukan uji trayek tersebut," ujar Atbah, Senin (26/3).

Pihak Indonesia terutama Kabupaten Sambas, sudah siap untuk dibuka trayek. Namun masih menunggu pihak Malaysia terutama untuk ansuransi.

"Kita Indonesia dan Kabupaten Sambas sudah siap, baik perhubungannya juga pihak ansuransi. Saya sudah menandatangani petugas yang akan ditempatkan di PLBN Aruk. Hanya kita tinggal menunggu pihak ansuransi Malaysia terkait masalah bilik atau kamar saja, mungkin sekarang sudah beres," ungkapnya.

"Alhamdulillah informasi terakhir pada tanggal satu April nanti Insya Allah  kendaraan kita sudah bebas keluar masuk Malaysia Indonesia," tambahnya.

Tentu kesempatan ini jangan sampai disiakan, terutama untuk peluang ekspor-impor, karena Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas telah membebaskan tanah di Sajingan untuk membangun terminal barang ekspor-impor.

"Menteri perhubungan juga telah datang ke Sajingan dan dari Pemkab juga telah menyiapkan tanah. Artinya ke depan kegiatan ekspor impor akan bisa dilakukan di PLBN Aruk," katanya.

Hal ini sesuai dengan amanat presiden, jika PLBN Aruk resmi dibuka, maka pintu-pintu yang tidak resmi akan ditutup. Tentu banyak kegiatan-kegiatan PLBN Aruk terutama untuk perdagangan. Pihak Indonesia juga telah berkomunikasi dengan Perdana Menteri Sarawak, Datok Johari mengenai persoalan kerjasama dibidang ekonomi dan perdagangan.

"Saya harapkan dengan hadirnya PLBN Aruk dan terminal barang ekspor-impor, bisa membawa batas kita menjadi maju, dan yang paling penting yakni bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," pungkasnya. (nurhadi/pul)