PLBN Aruk akan Dibuka Agustus, Uji Trayek Singkawang-Kuching Telah Dilakukan

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 369

PLBN Aruk akan Dibuka Agustus, Uji Trayek Singkawang-Kuching Telah Dilakukan
MEMBERIKAN - Sekda Sambas, Uray Tajudin memberikan kenang-kenangan berupa selendang dan Kain Songket Sambas kepada Residen Bahagian Kuching Malaysia, Ismail Bin Haji Anif di Aula Utama Kantor Bupati Sambas. (SP/Nurhadi)
Sekertaris Daerah Kabupaten Sambas, Uray Tajudin
"Semoga kerjasama yang baik ini akan terus di tingkatkan. Perjuangan PLBN Aruk ini, tidak terlepas dari perjuangan dari bupati terdahulu"

SAMBAS, SP - Kasubdit Multimeda Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Ahmad Wahyudi mengatakan, arus kendaraan PLBN Aruk bulan Agustus sudah bisa dibuka. Namun semua sektor harus bekerjasama untuk mewujudkannya.

"Kami dan perhungan provinsi mempunyai kesepakatan yang Insya Allah bulan Agustus arus kendaraan melewati PLBN ini akan dibuka," katanya saat memberikan sambutan pada acara silaturahmi, dalam rangka uji coba trayek angkutan umum Singkawang Sambas Kucing (Indonesia-Malaysia), Rabu (28/3) di Aula Utama Kantor Bupati Sambas.

Untuk mewujudkan itu, semua sektor harus bekerjasama, dan tentunya juga kebijakan yang cukup cepat. Pihaknya juga telah berkoordinasi tingkat pusat.

"Jadi kami dengan teman-teman depertemen dalam negeri maupun teman-teman kementerian luar negeri meminta agar ini didorong terus," terangnya.

Rute melalui PLBN Aruk, dikatakannya lebih cepat jika dibandingkan dengan PLBN Entikong. Tentu ini bisa menghemat waktu hingga empat jam. Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Kabupaten Sambas yang telah berjuang selama ini.

"Karena sudah ada rencananya akan ada terminal angkutan barang, untuk itu saya berterima kasih kepada Kabupaten Sambas," terangnya.

Sementara itu, Sekertaris Daerah Kabupaten Sambas, Uray Tajudin mengatakan, dengan adanya uji coba trayek merupakan wujud nyata kerjasama yang baik antara kedua belah negara.

"Semoga kerjasama yang baik ini akan terus di tingkatkan. Perjuangan PLBN Aruk ini, tidak terlepas dari perjuangan dari bupati terdahulu," ungkapnya.

Diharapkan dengan uji coba trayek ini, merupakan tonggak sejarah antara Indonesia dan Malaysia sehingga dapat meningkatkan pembangunan segala sektor.

"Dilaksanakannya lintas batas ini dapat meningkatkan kerjasama bidang ekonomi dan transportasi serta pembangunan. Harapan dengan pembukaan PLBN Aruk dapat mempercepat untuk dioperasionalkan lalu lintasannya, yang nantinya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat khususnya di Kota Sambas," terangnya.

Tokoh Masyarakat Sambas, Kamarudin menyambut baik hal tersebut. Menurutnya, ini akan menjadi tonggak kesuksesan dan kesejahteraan Kabupaten Sambas.

"Alhamdulillah ini sebuah perkembangan yang baik. Dibukanya arus lalu lintas kendaraan di PLBN Aruk Sambas akan membuat daerah ini berkembang pesat," paparnya.

Akan tetapi kata dia, secara keseluruhan Kabupaten Sambas dan masyarakatnya mesti siap, agar bisa memanfaatkan dengan sebaik mungkin hal tersebut.

"Pemerintah Sambas harus lebih siap dengan dibukanya ini, menuntut kemampuan kita semua. Jangan sampai kalah berkompetisi, apalagi kita juga memasuki Masyarakat Ekonomi Asean," jelasnya.

Ia mengingatkan, agar jangan sampai menjadi penonton, dan hanya menjadi wilayah transit bagi pengunjung. Untuk itu, persiapan perlu dilakukan agar hal seperti itu tak terjadi.

"Kelak mungkin, orang dari Malaysia yang masuk ke Indonesia lewat PLBN Aruk, bertujuan untuk ke Singkawang, dan Sambas hanya dilewati saja. Hal ini karena di Singkawang wisatanya cukup maju, dan juga merupakan kota yang cukup dikenal di manca negara, ini artinya kita harus berkompetisi dengan Singkawang," tutupnya.

Bisa Saling Mencukupi

RESIDEN Bahagian Kuching Malaysia, Ismail Bin Haji Anif mengharapkan, kerjasama dua belah negara terus terjalin dengan baik, terutama antara Kabupaten Sambas dan Kucing Serawak.

"Kedua wilayah ini mempunyai kelebihan masing-masing daerah sehingga kita bisa saling mencukupi baik antara Indonesia juga Malaysia salah satunya disini yaitu pertanian yang cukup bagus jadi bisa didatangkan ke Malaysia," terangnya.

Selain itu, juga jarak yang cukup dekat hingga bisa bepergian kedua negara dengan waktu yang cukup dekat. "Begitu juga sebaliknya, orang Sambas Singkawang bisa ke Malaysia Serawak Kuching dengan cukup dekat," tuturnya.

Dengan adanya ini, juga akan dipermudahnya akses untuk menjalin tali silaturahmi antar kedua negara yang masih satu rumpun.

"Terpenting kita bisa melakukan silaturahim, dan juga dari sisi ekonomi akan ada hubungan perekonomian antar kedua belah negara," pungkasnya. (noi/pul)