KPU Sambas Terancam Penjaringan Ulang, Ketua DPRD Surati Timses dan KPU Kalbar

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 294

KPU Sambas Terancam Penjaringan Ulang, Ketua DPRD Surati Timses dan KPU Kalbar
TERIMA LAPORAN – Ketua DPRD Sambas Arifidiar bersama Ketua Komisi A Lerry Kurniawan Figo menerima berkas laporan Amiruddin bersama Herwani M Bakrie terkait dugaan adanya tiga calon anggota KPU Sambas terlibat politik praktis, Kamis (3/5). (SP/Nurhadi)
Ketua Komisi A DPRD, Lerry Kurniawan Figo
“Mungkin kami akan mengadakan konsultasi dan menyampaikan kepada Bawaslu serta KPU pusat untuk segera membatalkan hasil penjaringan, lalu melakukan penjaringan ulang atau seleksi ulang,"

SAMBAS, SP – Perkara dugaan adanya tiga calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sambas yang menjadi pengurus partai politik dan tim sukses Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar memasuki babak baru.

Kini DPRD Sambas yang juga menerima laporan tersebut segera menyurati Tim Seleksi KPU, KPU Provinsi Kalbar dan Bawaslu Kalbar.

"Kita telah menerima laporan beserta berkas bukti oleh pelapor yakni saudara Amiruddin, terkait dugaan calon anggota KPUD Sambas yang berdasarkan laporannya diduga terindikasi anggota partai politik dan pernah menjadi tim sukses Pilkada," kata Ketua DPRD KSambas, Arifidiar, Kamis (3/5).

Menanggapi hal tersebut, DPRD juga akan serta merta mendalami laporan dan meminta klarifikasi dari pihak terkait, yakni Timsel, KPU Provinsi dan Bawaslu Kalbar.

Menurut dia, Pansel KPU dan KPU adalah lembaga penyelenggara, artinya sebagai penyelenggara sama juga dengan panitia. Panitia wajib bersifat netral. Maka dari itu, DPRD ingin mendalami laporan tersebut, dan konsisten berpendapat bahwa  penyelenggara Pemilu harus bersih.

Terhadap laporan indikasi ini lembaga DPRD melalui Komisi A yang akan mendalami laporan tersebut, Ada tiga hal yang akan dilakukan, yakni konfirmasi pihak terlapor atau pihak Pansel, lalu berikan kesempatan kepada terlapor untuk mrelakukan klarifikasi, hasilnya tentu akan disimpulkan Komisi A dalam rapat internal.

“Sehingga kalau dipandang perlu untuk dilakukan investigasi, maka kita akan lakukan itu," tegasnya.

Jika nanti dalam prosesnya DPRD menemukan bukti bahwa nama-nama yang dilaporkan itu benar merupakan kader partai dan mantan tim sukses, maka dia tak akan segan untuk mengeluarkan rekomendasi keras.

"Kalau memang tidak terbukti, maka DPRD secara normatif akan mengakui itu, namun jika memang laporan itu terbukti benar, maka kita akan mengeluarkan rekomendasi tegas, karena bisa berdampak pada netralitas penyelenggara Pemilu," katanya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sambas, Lerry Kurniawan Figo mengatakan, pihaknya akan segera menggelar forum dengar pendapat secara terbuka, Jumat (4/5).

"Ini sebuah sebuah aspirasi yang bersifat aduan, jadi aduan ini tentunya harus kita tindaklanjuti, apalagi komisi melihat penyelenggaraan pemilihan umum jadi otoritas kita,” kata Figo.

Dia berharap, penyelenggara Pemilu dalam hal ini merupakan individu yang memiliki integritas tinggi tidak terlibat dalam politik praktis. Jika memang terbukti telah terjadi persekongkolan terhadap pemilihan calon anggota KPU Sambas, Figo menegaskan harus dilakukan rekruitmen ulang.

“Mungkin kami akan mengadakan konsultasi dan menyampaikan kepada Bawaslu serta KPU pusat untuk segera membatalkan hasil penjaringan, lalu melakukan penjaringan ulang atau seleksi ulang," tegasnya.

Figo berharap pihak terkait berkenan hadir memberikan keterangan, mereka juga akan mengundang Amiruddin sebagai pelapor. Tujuan rapat adalah mencari data dan meng kaji secara de facto serta yuridis administratif perkara tersebut. Dia berharap apa yang menjadi isu yang sangat luas dan diketahui publik ini tidak sampai meresahkan.

Jika terbukti  calon anggota KPU Sambas yang dilaporkan tersebut bermasalah, Figo juga mengatakan pihaknya akan menanyakan kepada KPU terkait independensi Tim Seleksi yang dibentuk. "Pokoknya semua kan kita kroscek hasil-hasil terkait dalam hal penyaringan komisioner KPU sampai pada tahap ini," tutupnya.

Siap Paparkan Bukti

Sementara itu, yang membuat laporan, Amiruddin mengaku siap untuk memaparkan bukti-bukti kepada Komisi A DPRD Kabupaten Sambas.

"Kita siap untuk dipanggil dan klarifikasi, akan kita paparkan bukti-bukti kepada Komisi A perihal keterlibatan beberapa calon anggota KPUD Sambas dalam sebuah partai politik dan karirnya sebagai tim sukses belum lama ini," tegasnya.

Dia berharap, laporan yang dia sampaikan akan bermanfaat bagi keberlangsungan demokrasi yang sehat, khususnya di Kabupaten Sambas.

"Tentunya kita ingin panitia Pemilu yang adil, tidak berpihak, jujur, netral, amanah dan penuh integritas, penyelenggara pemilu yang berkualitas maka akan menghasilkan proses demokrasi yang sehat, pemimpin yang berkualitas pula," pungkasnya. (noi/ang)