Suyati Gantung Diri Diduga Akibat Persoalan Lahan

Sambas

Editor Andrie P Putra Dibaca : 527

Suyati Gantung Diri Diduga Akibat Persoalan Lahan
Lokasi penemuan mayat Suyati. (SP/Nurhadi)
SAMBAS, SP - Sayuti alias Ati (59), warga Dusun Lubuk Legak, Desa Lubuk Dagang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas nekat akhiri hidupnya di tali gantungan, Kamis (31/5) pagi.

Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Raden Real Mahendra, dari pemeriksaan saksi-saksi diduga yang menjadi pemicu korban gantung diri karena persoalan lahan.

Kasatreskrim menyebutkan, korban pertama kali ditemukan oleh putrinya berusia 13 tahun, Elsa.

"Berdasarkan keterangan saksi yakni Elsa (anak korban) sekitar pukul 08.00 WIB, dia bersama ibunya pergi ke rumah saudaranya yang tidak jauh dari TKP, kemudian korban menyusul namun tidak berselang lama korban pulang ke rumah lebih dahulu," katanya.

Baru pada pukul 10.00 WIB, saksi Elsa pulang mendapati rumah dalam keadaan terkunci.

"Melihat pintu dalam keadaan terkunci, kemudian saksi masuk dari jendela samping untuk membuka pintu, lalu mereka pergi ke arah dapur rumah, dan melihat korban dalam kondisi tergantung tali," jelas Real Mahendra.

Mendapati hal tersebut, putri korban kemudian bergegas memberi tahu warga sekitar. 

Sempat dilarikan ke RSUD Sambas, namun korban sudah meninggal dunia.

"Saksi memberitahukan warga sekitar dan tidak lama kemudian, korban diturunkan untuk dibawa ke rumah sakit umum Sambas menggunakan kendaraan tosa, dan setelah dilakukan visum oleh pihak rumah sakit korban kemudian dibawa kembali ke kediaman untuk dimakamkan," katanya.

Dari keterangan yang dihimpun aparat kepolisian, saksi-saksi yakni anak korban, istri dan adiknya, diketahui korban dalam keadaan sehat dan tidak mengidap suatu penyakit.

"Saksi-saksi menambahkan bahwa korban tidak mengalami sakit maupun pertengkaran dalam keluarga, namun pernah mengeluh atas permasalahan yang dialami korban yaitu permasalahan lahan," ucapnya.

Sementara itu adik korban Abdul (53) mengatakan korban memiliki persoalan terkait lahan tani.

"Berdasarkan keterangan saksi, yakni adik korban, bahwa sebelumnya korban mempunyai permasalahan yaitu, persoalan lahan pertanian yang masih belum ada titik temu," pungkasnya. (noi)