Baru Satu Parpol Daftarkan Bacaleg di KPU Sambas

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 213

Baru Satu Parpol Daftarkan Bacaleg di KPU Sambas
Ilustrasi. (Net)
SAMBAS, SP – Terhitung sejak 4 Juli 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sambas sedianya telah membuka pendaftaran bagi bakal calon anggota legislatif (Bacaleg), namun sejak enam hari berlalu, baru satu partai yang mendaftarkan diri.

“Satu-satunya partai politik yang baru mendaftarkan nama-nama Bacalegnya di hari keenam ini adalah Perindo,” kata Pelaksana Harian Ketua KPU Sambas Wahdi Kuspian, Senin (9/7).

Itu pun KPU Samas segera mengembalikan berkas pendaftarannya, lantaran masih terdapat sejumlah persyaratan yang belum terpenuhi. Berkas yang belum dipenuhi diantaranya SK Kepengurusan Partai; dan formulir B3 yang belum disesuaikan dengan SK.

"Kemudian individu calon banyak belum siap seperti adanya surat keterangan sehat kejiwaan, alasan mereka karena di Rumah Sakit Kejiwaan harus antre jadi belum terselesaikan surat yang diperlukan tersebut," paparnya.

Keluhan susahnya pembuatan surat keterangan sehat secara kejiwaan ini menurut Wahdi, membuat KPU Sambas harus mencari jalan keluar. Salah satunya mendatangkan tenaga medis yang diperlukan, agar tes kejiwaan dilakukan di RS Sambas atau Pemangkat.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan mengatakan sejauh ini pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) masih dalam tahap penerimaan. Dia meminta para kandidat tak mendaftar dekat tenggat.

Untuk mendaftar, mereka harus mengisi formulir dan melengkapi dokumen-dokumen persyaratan calon. "Itu harus mereka siapkan semua, termasuk syarat-syarat calon seperti KTP, ijazah yang sudah dilegalisir dan sebagainya. Kalau formulir-formulirnya mereka bisa diambil di Silon, kalau persyaratan lain mereka yang menyiapkan sendiri," jelasnya, kemarin.

Ramdan menambahkan persyaratan pencalonan dalam menggunakan formulir, bergantung penyusunan daftar caleg. Maksimal 100 persen sesuai dengan jumlah kursi per daerah pemilihan (dapil). Dia mengingatkan dalam setiap dapil harus menyiapkan keterwakilan 30 persen pencalonan dari kalangan perempuan. Hal itu harus terpenuhi oleh partai.

"Sampai hari ini kita masih menunggu parpol mendaftarkan Calegnya. Terkait dengan mekanisme Caleg mendaftar ke partai itu masing-masing partai, kami hanya menerima pendaftaran dari partai politik," jelasnya. (noi/ang)