Sutarmidji Diharap Beri Porsi Pembangunan Besar di Sambas

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 246

Sutarmidji Diharap Beri Porsi Pembangunan Besar di Sambas
Tokoh masyarakat sekaligus akademisi Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Erik Darmansyah
SAMBAS, SP – Tokoh masyarakat sekaligus akademisi Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) Erik Darmansyah, meminta Sutarmidji dan Ria Norsan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih memberi porsi pembangunan yang besar di Sambas.

Menurut dia, pasangan calon tersebut telah berhutang banyak atas kepercayaan yang diembankan masyarakat Sambas kepada mereka.

“Dukungan yang besar masyarakat Sambas harus menjadi perhatian. Karena kalau tidak akan dicatat masyarakat,” kata Erik, Selasa (10/7).

Seperti diketahui, Sambas adalah penyumbang suara terbanyak kedua setelah Kota Pontianak untuk pasangan nomor urut 3 Sutarmidji-Ria Norsan dengan perolehan suara lebih dari 78 persen.  

Erik merincikan beberapa hal yang mesti dijadikan prioritas pembangunan bagi gubernur dan wakil gubernur Kalbar. Yakni membangun Sambas dengan khas seperti berbasis ekonomi pertanian, hal ini termasuk menuntut sentuhan teknologi dan hilirisasinya. 

Letak geografis Sambas sebagai wilayah perbatasan juga mesti menjadi perhatian. Dia menilai, daerah yang berada di perbatasan menuntut daya saing sumber daya manusia (SDM) dan konsep pengembangan ekonomi yang juga berdaya saing dengan negara tetangga. Selain itu Sambas sebagai wilayah yang luas, harus memiliki ketersambungan infrastruktur dengan daerah lainnya.

Terlepas dari itu, dia beranggapan perjalanan demokrasi menuju pemilihan kepala daerah di Kalbar telah berjalan sebagaimana mestinya. Perhelatan Pilkada sudah berjalan sesuai amanat undang-undang dengan demokratis, meski terdapat  bumbu demokrasi namun hasilnya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kesempatan pembuktian kapasitas bagi yang lainnya dapat dilakukan pada kontestasi Pilgub lima tahun mendatang.

“Apapun hasilnya semua pihak mesti tunduk dan patuh, harapan kita yang menang tidak jumawa dan kalah tidak mendendam," ujarnya. (noi/ang)