Atbah Ingatkan Pentingnya Menjaga Silaturahim

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 180

Atbah Ingatkan Pentingnya Menjaga Silaturahim
Ilustrasi. (Net)
SAMBAS, SP – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili berharap julukan Sambas sebagai Serambi Mekkah harus kembali dibumikan. Satu dari beberapa upaya yang patut mendapat perhatian adalah mengembalikan Sambas kepada haluannya. Yakni menghidupkan syiar-syiar agama dan menghormati para ulama.

Penegasan itu diungkapkan saat menghadiri silaturahim Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sambas di Aula Kantor Bupati, kemarin.

“Yang mendesak diterapkan saat ini menghidupkan toleransi umat. Kita harus saling menghormati orang lain yang memiliki perbedaan dengan kita,” kata Atbah.

Atbah mengajak, umat Muslim bersatu dan terus menjaga persaudaraan. Umat dipinta bersatu membangun Sambas. “Kita kuat jika bersama-sama, dan lemah jika sendiri,” tegasnya.

Semangat silaturahim harus terus dibangun. Dijelaskan dia, tidak ada dosa yang dipercepat dampak negatifnya oleh Allah SWT selain dua hal, yakni perbuatan mesuk dan memutuskan silaturahim.

“Setan pun memecahbelah kita dari kurang baiknya silaturahim. Mereka hadirkan dalam hati kita rasa saling curiga, suuzon, saling hujat, mengkriminimalisasi,” ucapnya.

Pesan Rasulullah adalah pemimpin diangkat untuk ditaati, sama seperti raja. “Pemimpin ini kita tunjuk, kita pilih untuk memimpin negeri ini. Jangan sampai kita hujat. Tapi kita doakan dengan yang baik-baik, agar negeri ini, agar rakyat, kita semua mendapatkan keberkahan,“ ajak dia. 

Kondisi perpolitikan negeri ini tidak mendidik, tidak baik, banyak menguras energi. Atbah menjelaskan, dalam kajian agama terdapat peringatan bahwa baiknya rakyat dikarenakan kebaikan pemimpinnya. Dan baiknya pemimpin dikarenakan kebaikan yang ada pada ulama.

“Oleh karenanya baik kita sebagai umat, dan pemimpin, harus baik-baik dengan ulama. Rendah hati, jangan sombong, jangan angkuh. Jika terdapat keangkuhan dan kesombongan, itulah yang bisa memecah belah kita,” Jelas dia.

Atbah menerangkan, beruntung setiap hamba yang mampu membersihkan hatinya dan merugi bagi hamba yang kotor hatinya. 

Ketua MUI Sambas, Syamsuri senada dengan itu. Dia mengatakan pentingnya menjaga silaturahim. “Penting sekali untuk kita menghidupkan semangat persaudaraan Muslim kita,” ingat dia. (noi/ang)