Mengaku Pemilik Kebun, Polisi Tangkap Pencuri Buah Kelapa Sawit di Subah

Sambas

Editor Indra W Dibaca : 190

Mengaku Pemilik Kebun, Polisi Tangkap Pencuri Buah Kelapa Sawit di Subah
Tersangka saat diinterogasi petugas di Polsek Subah.(ist)
SAMBAS, SP - Unit Reskrim Polsek Subah dan Babinkamtibmas menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian buah kelapa sawit milik warga di Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas.

Kapolsek Subah, Iptu Dede Hasanudin mengatakan, berkebun sawit merupakan mata pencarian utama warga Kecamatan Subah, karenanya tindakan pencurian buah sawit menjadi sesuatu yang sangat meresahkan warga di daerah tersebut dan menjadi atensi pihaknya.

"Minggu siang kemarin, satu pelaku pencurian buah kelapa sawit milik warga di Desa Karaban Jaya, Kecamatan Subah, berhasil diamankan tanpa melakukan perlawanan," kata Iptu Dede, Rabu (1/8).

Pencuri buah sawit yang ditangkap tersebut berinisial IKD, warga Dusun Sumber Sari, Desa Karaban Jaya, Kecamatan Subah.

Diketahui, modus pencurian buah sawit yang dilakukan oleh IKD yakni dengan cara mengupah orang lain, sementara dirinya mengaku sebagai pemilik kebun.

"Cara dia melakukan aksinya yakni dengan mengaku sebagai pemilik kebun, lalu mengupah orang lain untuk memanen dan membawanya ke tempat panen hasil (TPH)," ujar Kapolsek. 

Aksi pelaku ketahuan pada Minggu (29/7) karena koordinator pemanen buah kelapa sawit, Mujiono melihat ada aktifitas panen pada kebun milik korban, Wayan. Padahal sesuai jadwal, pada hari itu tidak ada aktifitas panen pada kebun sawit tersebut.

"Atas pencurian tersebut, korban diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp5 juta," ungkapnya.

Kapolsek juga mengapresiasi kinerja jajarannya, yang telah berhasil mengamankan pelaku yang selama ini meresahkan warga.

"Apa yang meresahkan warga selama ini berhasil dipecahkan oleh Bhabinkamtibmas dan Unit Reskrim Polsek Subah, ini sangat baik mengingat masyarakat di sini resah dengan adanya pencurian buah sawit di kebun mereka," katanya. 

"Tersangka IKD dijerat Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan tersangka juga telah kita lakukan penahanan di Rutan Polres Sambas untuk memudahkan proses penyidikannya," pungkasnya. (noi)