Jelang Idul Adha, Dinas Intensifkan Sosialisasi Penangan Hewan Kurban

Sambas

Editor Indra W Dibaca : 170

Jelang Idul Adha, Dinas Intensifkan Sosialisasi Penangan Hewan Kurban
Ilustrasi hewan kurban. (Net)
SAMBAS, SP - Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kabupaten Sambas belum menerima data hewan yang akan dikurbankan pada tahun 2018 ini.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perikanan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sambas, Mabullah.

"Sampai saat ini, belum ada laporan terkait hewan kurban untuk Hari Raya Idul Adha," katanya, Kamis (2/8).

Mabullah memprediksi hewan kurban tahun ini menurun, untuk data hewan kurban pada tahun 2017 berjumlah 1.408 ekor dimana sapi berjumlah 754 ekor dan kambing 454 ekor.

"Kemungkinan besar jumlah hewan kurban tahun ini menurun dari tahun lalu, hal ini bisa disebabkan faktor ekonomi masyarakat, contoh saja di tempat saya tinggal tahun dulu mencapai sembilan ekor dan tahun ini terdengar baru dua ekor," katanya.

Meski demikian, Mabullah mengaku pihaknya sudah melakukan upaya-upaya terkait segala sesuatu persiapan menjelang Hari Raya Idul Adha 2018.

"InsyAllah nanti malam kami akan melakukan pemaparan terkait hewan kurban, baik tentang persyaratan hewan kurban, tata cara saat pemotongan hewan sampai ke cara pendistribusian hewan kurban dan daging kurban di lokasi pameran pembangunan Kabupaten Sambas," ungkapnya.

"Kita juga akan memberikan pemahaman untuk memberlakukan hewan kurban dengan baik, terutama saat pemotongan terutama saat menumbangkan sapi sampai saat pembagian hewan kurban, kita disarankan menggunakan plastik berwarna putih," imbuhnya.

Pihaknya juga akan melaksanakan sosialisasi ke seluruh panitia-panitia kurban terkait hewan kurban.

"Pada sosialisasi tersebut kita juga mendatangkan narumber dari Kementerian Agama ini terkait tentang sesuatu tentang berkurban berdasarkan syariat Islam, dari kita akan membahas kesehatan hewan kurban, tata cara penyembelihan dan terkait umur dari hewan tersebut," terangnya.

Mabullah menyampaikan, tata cara penanganan dan pengerjaan daging juga perlu diperhatikan.

"Kita menyarankan setelah dipotong sebaiknya hewan ternak digantung agar darahnya bisa mengalir ke bawah, dan diusahakan jangan menggunakan alas tarpal dan lebih baik menggunakan pelepasan daun pisang atau kelapa. Kemudian untuk pembangian daging juga diharapkan dipisahkan antara daging dan jeroannya hal ini agar daging benar-benar higenis," ungkapnya. (noi)