Pemkab Sambas Bangun IPA Sajad dan Sejangkung, Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 78

Pemkab Sambas Bangun IPA Sajad dan Sejangkung, Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat
BANGUN IPA – Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili melakukan peletakan batu pertama pembangunan instalasi pengolahan air di Desa Tengguli, Sajad, kemarin. Tahun ini Pemkab Sambas menargetkan pembangunan IPA di dua kecamatan. (Ist)
Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili
“Alhamdulillah, perhatian pemerintah begitu besar bagi masyarakat. Dengan adanya IPA ini, tantangan penyediaan air bersih bagi masyarakat perlahan-lahan dapat terpenuhi,”

SAMBAS, SP – Pemerintah Kabupaten Sambas saat ini tengah membangun sebanyak dua instalasi pengolahan air (IPA) di Desa Tengguli, Kecamatan Sajad dan Desa Semanga, Kecamatan Sejangkung. 

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Sambas, Eko S mengatakan, pembangunan IPA tersebut guna memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

“Tahun ini ada dua pembangunan IPA di dua kecamatan, Sajad dan Sejangkung,” kata Eko saat menyampaikan laporan pembangunan IPA di Desa Tengguli, Sajad, kemarin.

Harapan dia, IPA tersebut nantinya tidak sekadar menjadi monumen cipta karya, namun dapat memberi dampak besar bagi seluruh masyarakat sekitar. Dia menjelaskan IPA ini merupakan upaya pemerintah daerah menghadirkan penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah. 

“Dana pembangunannya masing-masing kurang lebih mencapai Rp600 juta. Ini kita harapkan bisa bermanfaat untuk waktu yang lama,” tutur dia.

Program kegiatan pembangunan itu termasuk bangunan intake, bangunan pengolahan air dan bangunan reservoir.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili, menyambut baik pembangunan IPA itu. Bupati didaulat meletakkan batu pertama pembangunan sebagai tanda dimulainya pekerjaan pembangunan IPA di Desa Tengguli Kecamatan Sajad.

“Alhamdulillah, perhatian pemerintah begitu besar bagi masyarakat. Dengan adanya IPA ini, tantangan penyediaan air bersih bagi masyarakat perlahan-lahan dapat terpenuhi,” ujar dia.

Diucapkan Bupati, Indonesia adalah negeri yang berkah. Kata dia, air dengan mudah ditemukan dimana saja. Bahkan, curah hujan itensitasnya cukup baik bagi negeri ini.

“Air hujan adalah air yang paling baik, air dari langit. Kita harus pandai mensyukuri nikmat Allah tersebut. Manfaatkan curah hujan yang tinggi untuk keperluan kita sehari-hari. Tampunglah air hujan tersebut,” ingat dia.

Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat Sambas peduli akan kebutuhan air bersih. Dia juga mengajak agar sumber air yang ada seperti sungai tidak dirusak dengan prilaku sosial yang tidak baik. Dia minta setop perusakan lingkungan dan pencemaran sungai.

“Kita juga harus bersyukur kepada Allah, air sungai kita masih terus mengalir, tidak mengering. Inilah yang harus kita manfaatkan, kita jaga kebersihannya. Jangan kita cemari,” pinta dia. 

Sebelumnya, seorang warga Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, pelanggan PDAM Tirta Muare Ulakan, Fatimah mengeluhkan air dari PDAM itu keruh. Tak hanya keruh, air leding itu juga berbau lumpur. 

Lantaran tidak ada pilihan lain, mau tidak mau Fatimah tetap menggunakan air itu untuk mandi atau mencuci perabotan.

"Kami heran juga dengan kondisi air seperti itu. Keruh seperti air susu. Selain itu berbau seperti lumpur. Penyebabnya kami tidak tahu, tetapi yang jelas ini sangat mengganggu kami,” kata Fatimah.

Fatimah mengatakan bahwa sebetulnya PDAM tidak pantas menjual air keruh, keputih-putihan dan berbau.

"Sepertinya air tersebut dialirkan langsung dari Danau Sebedang tanpa ada penyaringan terlebih dahulu," kata Fatimah.

Total pelanggan PDAM itu baru 6.000 yang tersebar di empat kecamatan yakni dari Sambas, Tebas, Semparuk dan Pemangkat. Sedangkan pipanya sudah berusia 30 tahunan.

Di Kabupaten Sambas terdapat 19 kecamatan dan 15 kecamatan di antaranya belum tersentuh infrastruktur dasar, air bersih dari pipa PDAM. 

Tokoh Masyarakat Sambas, Firman Maliki mengatakan, air PDAM yang keruh seringkali disebabkan beberapa faktor. Satu diantaranya kebocoran pipa, selain hujan deras juga dapat jadi penyebab air PDAM keruh. “Namun, hal itu tidak akan berpengaruh jika pipa tak bocor,” kata Firman. 

Kemudian, air PDAM keruh dapat juga karena terjadi kondisi penurunan temperatur air yang drastis. Penyebabnya, suhu udara yang panas dalam waktu lama, dan tiba-tiba dilanjutkan dengan hujan lebat dengan durasi cukup lama pula. Kedalaman air yang meningkat tiba-tiba, membuat tumbuhan yang berada di tepian sungai tenggelam.

Air Sungai Tercemar

Tokoh masyarakat Sajad, Kamaruddin mengapresiasi adanya IPA tersebut, menurut dia meskipun sebagian besar wilayah Kecamatan Sajad berada di pesisir sungai, memenuhi hak publik tetap mesti dilakukan pemerintah.

"Alhamdulillah keberadaan IPA sudah hadir di Kecamatan Sajad, kita harap bisa mencakup seluruh desa di kecamatan ini, meski kita tinggal di bantaran sungai, Pemda tetap mesti memfasilitasi warganya dengan air bersih, sudah menjadi tanggung jawabnya," kata dia.

Keberadaan IPA ini mesti bisa dimaksimalkan, mengingat kondisi air Sungai Sambas yang mengaliri Kecamatan Sajad acapkali tercemar.

masyarakat diminta tidak bisa menggantungkan diri kepada sungai sepenuhnya, sebelumnya sudah sukses merubah pola kebiasaan buang kotoran di sungai untuk di wilayah kecamatan ini, namun datangnya pencemaran tak hanya dari situ tapi juga melalui kegiatan rumah tangga, dan pencemaran oleh perusak yang tidak bertanggung jawab, seperti kegiatan meracun ikan, dan keteledoran perkebunan kelapa sawit. (noi/ang)