Potensi Penangkaran Bibit Padi Lokal Sambas, Dinas Pertanian Kalbar Dukung Penuh

Sambas

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 216

Potensi Penangkaran Bibit Padi Lokal Sambas, Dinas Pertanian Kalbar Dukung Penuh
PANEN PADI – Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalbar, Heronimus Hero saat memanen padi dengan combine harvester skala Besar di Sambas, belum lama ini. (Ist)
Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Heronimus
"Mungkin benih tersebut ketika ditanam di Jawa cocok akan tetapi ketika dibawa ke Kalbar tidak sesuai. Nah yang kita hasilkan dari sini pasti sesuai, makanya harapan kita pengembangan penangkaran benih semakin hari semakin berkembang,”

SAMBAS, SP - Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kalimantan Barat, Heronimus mengatakan pihaknya akan mendukung penuh para petani di Sambas untuk menghasilkan dan memproduksi bibit lokal.

"Selama ini kebutuhan bibit padi untuk petani di Kalbar masih harus mendatangkan dari luar daerah ini. Untuk itu kita akan mendukung petani terutama di Sambas untuk meningkatkan dan memaksimalkan produksi bibit lokal," kata Heronimus saat mengunjungi Sambas, kemarin.

Ia mengapresiasi Kelompok Tani Dare Nandung 1 Desa Semparok, Sambas saat ini telah berhasil melakukan panen perdana padi varietas Situ Patenggang yang akan dimanfaatkan sebagai benih padi.

"Harapan kita semua kelompok tani bisa produktif. Contoh yang ditunjukkan oleh Kelompok Tani Dare Nandung 1 yang mampu menyediakan bibit secara swadaya," paparnya.

Ia menambahkan selama ini masalah benih selalu menjadi kendala. Walaupun secara suplai bisa dipenuhi, tetapi sumbernya sebagian besar masih dari luar Pulau Kalimantan. "Selama ini didatangkan bisa dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi," katanya.

Dikatakannya meski secara jumlah lanjutnya bisa dicukupi namun secara kesesuaian belum tentu cocok dengan lahan pertanian di Kalbar. Lantaran kondisi atau iklim dan tanah itu berbeda dengan di luar Kalimantan.

"Mungkin benih tersebut ketika ditanam di Jawa cocok akan tetapi ketika dibawa ke Kalbar tidak sesuai. Nah yang kita hasilkan dari sini pasti sesuai, makanya harapan kita pengembangan penangkaran benih semakin hari semakin berkembang,” ucapnya.

“Terutama paling tidak untuk mencukupi kebutuhan tanaman kita sendiri karena di Kalbar setiap tahun rata-rata hampir 600 ribu hektare menanam padi," timpal dia.

Lanjutnya dari penangkaran benih lokal menurut Hero diharapkan semua atau setidaknya sebagian besar bibit padi untuk di Kalbar bisa dicukupi.

Dia menyebut, sekarang di Kalbar produksi benih lokal baru mampu memenuhi 20 persen dari total kebutuhan. Selebihnya 80 persen masih di datangkan dari luar Kalbar. 

“Harapan kita tahun depan benih lokal kita di Kalbar bisa memenuglhi 30 persen benih, bahkan lama kelamaan nanti bisa memenuhi semua kebutuhan bibit tersebut," katanya.

Dukungan juga diberikan oleh Dinas Pertanian Kalbar dengan mendampingi penangkar benih untuk sertifikasi bibit yang dihasilkan oleh penangkar bibit seperti yang terdapat di Desa Semparuk Kuala Kecamatan Semparuk.

"Kita mendampingi sertifikasinya makanya di lapangan kita ada pengawas benih tanaman karena tanpa ada pengawasan benih tanaman, benih yang dihasilkan belum tentu layak disertifikasi,” ujarnya.

Kalau sudah disertifikasi tentu ada jaminan masyarakat bahwa itu memang benih bermutu kemudian. Kita ada unit pelayanan teknis untuk perbanyakan benih. Jadi kita mendampingi penangkar untuk bagaimana melakukan penangkaran yang benar. 

Menurut Hero, Sambas merupakan penyumbang terbesar produksi pangan, khususnya beras di Kalimantan Barat.  Sambas mampu menyumbang lebih dari 300 ribu ton gabah kering giling setiap tahunnya.

Jumlah produksi tersebut, berasal dari luas panen padi lebih dari 110.000 hektare yang juga paling luas di Kalbar. Kinerja pembangunan pertanian, khususnya terkait pangan yang baik dari Kabupaten Sambas ini tentu harus didukung bersama agar lebih meningkat lagi. 

Hero juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kabupaten Sambas, khususnya Kecamatan Selakau yang sudah memanfaatkan potensi yang ada. Sehingga hampir semua lahan sudah ditanami padi dua kali dalam setahun. 

“Ini tentu berkontribusi besar untuk peningkatan produksi padi di Sambas,” ujarnya.

Jadi Sentra Produksi Padi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sambas, Yayan Kurniawan mengatakan, Sambas memiliki potensi yang besar untuk dapat meningkatkan produksi pangan. 

Bahkan saat ini juga, masih menjadi sentra produksi padi di Kalbar. Yayan berharap agar bisa lebih menggerakkan potensi yang ada, sekaligus meningkatkan produksi pangan. Maka ia berharap perlu adanya tambahan sarana dan prasarana pertanian, khususnya berupa peralatan mesin pertanian. 

Yayan memberikan gambaran bahwa saat ini seiring dengan percepatan luas tambah tanam, yang sesuai arahan Kementerian Pertanian, maka pertanaman harus serempak, termasuk juga ketika panen. (ant/ang)