Wabup Sambas Prihatin HIV-AIDS Meningkat

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 152

Wabup Sambas Prihatin HIV-AIDS Meningkat
Sambas, SP - Kondisi epidemi HIV-AIDS di Kabupaten Sambas terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas dari tahun 2000 hingga Juni 2018  jumlah Kasus HIV-AIDS sebanyak 419 Kasus.  

Dikatakan Wakil Bupati Kabupaten Sambas, Hairiah rentang usia produktif adalah yang paling rawan terkena penyakit mematikan tersebut. “Faktor risiko penularan terbanyak adalah dari hubungan seks yang tidak aman yaitu sebanyak  264 kasus. Rentang usia terbanyak adalah usia produktif 25 sampai 34 tahun sebanyak 190 kasus,” kata Hairiah, Selasa (2/10).

Menurut Hairiah dari Januari - Desember 2017 ditemukan 56 kasus baru HIV-AIDS. Kasus ini merupakan temuan terbanyak sepanjang tahun 2000 hingga  tahun 2017.

“Perlu menjadi perhatian bersama adalah kasus HIV-AIDS  bukan saja terjadi pada kalangan komonitas beresiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkotika suntik, komunitas LGBT. Namun saat ini sudah terjadi di kalangan yang tidak beresiko yaitu bayi, anak anak yang tertular dari orangtuanya,” kata Hairiah.

Kabupaten Sambas berbatasan langsung dengan Malaysia. Sebagai kawasan terdepan masuknya migrasi, praktik prostitusi dan penyelundupan narkotika menjadi ancaman yang menakutkan. “Diperlukan langkah nyata yang sistematis, terkoordinir, dan berkelanjutan untuk memutus mata rantai penyebaran virus HIV-AIDS.”

Tokoh pemuda Sambas, Sairi mengatakan pemerintah harus membuat rumusan tindakan untuk menekan penularan HIV-AIDS di Kabupaten Sambas.

“Perkembangan kasus HIV-AIDS menggambarkan bahwa program yang selama ini dicanangkan pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun daerah kurang efektif,” kata Sairi.