Warga Mengeluh Pembangunan Jalan Trigadu Lambat

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 146

Warga Mengeluh Pembangunan Jalan Trigadu Lambat
Jalan alternatif Desa Trigadu
Sambas, SP - Anak-anak warga Desa Trigadu, Kecamatan Galing, kesulitan melewati jalur alternatif berangkat ke sekolah. Jalan utama sedang diperbaiki sehingga  tidak dapat dilewati.  

Hal ini disampaikan Kepala Desa Trigadu, Sugianto, Kamis (1/11). Jalan utama yang sedang diperbaiki saat ini berlumpur dan sulit dilalui. “Siswa menempuh jalur alternatif karena jalan kabupaten sedang diperbaiki. Itu jalan berstatus kabupaten, kondisinya saat ini musim hujan jadi berlumpur,” kata Sugianto.

Menurut Sugianto, jalan tersebut baru selesai direndahkan karena sebelumnya terlalu tinggi sehingga sering terjadi kecelakaan. “Sekarang dilakukan penimbunan oleh Pemda Sambas menggunakan batu kong, jadi berlumpur saat habis hujan dan berdebu kalau cuaca panas.”

Sugianto mengeluhkan proses rehab jalan yang memakan waktu lama. “Memang sejak dua bupati sebelumnya, baru kali ini jalan tersebut tersentuh pembangunan. Namun rasanya terlalu lama baru selesai. Setelah ditimbun, harusnya segeralah dilakukan tahapan berikutnya, sehingga kita bisa segera beraktifitas dan perekonomian lancar,” ucapnya.

Panjang ruas jalan yang diperbaiki kata Kades sepanjang 6 kilometer, karena itu dia berasumsi bahwa seharusnya bisa segera diselesaikan. Jalan itu mencakup tiga Desa.

“Jalan ini menghubungkan 3 desa di Kecamatan Galing, Desa Trigadu, Tempapan Kuala dan Tempapan Hulu. Serta menghubungkan Kecamatan Teluk Keramat, Galing dan Paloh,” katanya.

Kondisi jalan yang sulit dilalui membuat masyarakat kesulitan menjual hasil panen.  Harga bahan pokok juga menjadi mahal.

“Hasil tani kami ada karet dan lada.  Jadi cukup sulit untuk membawanya kalau jalan rusak, selain itu harga sembako seperti LPG subsidi juga melonjak menjadi Rp 35 ribu, itupun biasa terjadi kelangkaan,” Sugianto mengeluh.

Bupati Atbah Romin Suhaili mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sambas akan memenuhi tanggung jawab mereka atas pembangunan bagi rakyatnya. “Semua jalan kabupaten merupakan tanggung jawab pemerintah kabupaten untuk membangunnya, dengan tindakan yang beragam sesuai penilaian teknis lapangan,”  kata Bupati.

Penanganan atas pembangunan infrastruktur tersebut juga akan dilakukan sesuai dengan porsi anggaran yang dimiliki pemerintah daerah. “Pembangunan infrastruktur bisa dilakukan secara bertahap, terukur, melihat aspek prioritas dan kemampuan keuangan pemda. Komit dan good will,”  pungkasnya.