Bupati Sambas Tanggapi Pernyataan Bersama NU-Muhammadiyah.

Sambas

Editor Angga Haksoro Dibaca : 254

Bupati Sambas Tanggapi Pernyataan Bersama NU-Muhammadiyah.
Sambas, SP - Bupati Sambas berkeinginan mewujudkan pernyataan bersama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Sambas.

Pertanyaan tersebut dikeluarkan pada 31 Oktober 2018 dimana kedua belah pihak berkomitmen menegakkan keutuhan dan kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila sebagai bentuk dan sistem kenegaraan yang Islami.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan sangat berkepentingan mewujudkan pernyataan bersama dua organisasi Islam terbesar di Indonesia di wilayah pemerintahan Kabupaten Sambas.

“Saya sangat berkepentingan untuk mewujudkan pernyataan bersama organisasi Islam di Indonesia di Kabupaten Sambas, karena tujuannya agar Indonesia tetap aman dan damai,” katanya, Jumat (2/11).

Pertanyaan bersama juga untuk mendukung sistem demokrasi dan proses demokratisasi sebagai mekanisme politik kenegaraan dan seleksi kepemimpinan nasional yang dilaksanakan dengan profesional konstitusional adil jujur dan beradab.

“Disitu juga diharapkan semua pihak agar mendukung proses demokrasi yang substantif serta bebas dari politik yang produktif dan transaksional demi tegaknya kehidupan politik yang dijiwai nilai-nilai Pancasila dan kebudayaan luhur Indonesia,” jelasnya.

Kemudian dengan meningkatkan komunikasi dan kerjasama yang konstruktif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa membangun, masyarakat yang makmur baik material maupun spiritual serta peran politik kebangsaan melalui program pendidikan ekonomi kebudayaan dan bidang-bidang strategis lainnya.

“Tentu ini bertujuan untuk perwujudan ukhuwah keumatan dan kebangsaan yang produktif untuk kemajuan Indonesia, ini benar-benar kita dukung bersama," tuturnya.

Kesepakatan bersama juga membahas pada tahun politik yang akan di hadapi bangsa Indonesia dimana hasil pernyataan tersebut diharapkan semua pihak agar mengedepankan kearifan kedamaian toleransi dan kebersamaan di tengah perbedaan pilihan politik.

“Sesuai dengan pertanyaan tersebut proses demokrasi di Indonesia, bisa berlangsung damai, cerdas, dewasa serta menjunjung tinggi peradaban serta kepentingan bangsa dan negara dari sikap saling bermusuhan. Saling menjatuhkan yang dapat merugikan kehidupan bersama, semoga Indonesia hadir dengan penuh kedamaian dan keberkahan. Amalkan pancasila, ikuti UUD 1945, jaga NKRI dan hormati Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (HMS)