Kamis, 19 September 2019


Perceraian di Sambas Setahun 800 Kasus

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 68
Perceraian di Sambas Setahun 800 Kasus

Ilustrasi

SAMBAS, SP – Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengimbau masyarakat Sambas untuk dapat menekan angka pernikahan dini. Imbauan tersebut seiring dengan tingginya angka perceraian di Sambas.

"Tingkat perceraian dikabulkan Sambas setiap tahun bisa mencapai 800 kasus, ini kita harus cari solusi agar tingkat perceraian ditekan," katanya, Minggu (8/9).

Menurut Hairiah, salah satu penyebab tingginya angka perceraian di Sambas karena banyak masyarakat yang menikah di usia din.

"Orang tua perlu mengawasi ekstra anak-anaknya, jangan sampai menjadi korban dari pernikahan dini," katanya.

Akibat perceraian juga berimbas terhadap anak. Anak yang dibesarkan di lingkungan orang tua yang bercerai cenderung akan melakukan perbuatan menyimpang.

"Orang tuanya ke Malaysia menjadi TKI kemudian anaknya dititipkan ke neneknya, sehingga pengawasan tidak begitu baik," ungkapnya. 

Sementara tokoh pemuda Sambas, Muhammad Rasyid menilai untuk menekan perlunya peran orang tua untuk mengawasi anak mereka untuk mencegah terjadinya pernikahan dini.

"Peranan orang sangat penting, ini adalah kunci, jika orang tua sudah acuh  tentang pergaulan anaknya akan terjadi hal yang tidak diinginkan," pungkasnya. (noi/jee)