Minggu, 17 November 2019


MUI: Cadar dan Celana Cingkrang Ekspresi Beragama

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 45
MUI: Cadar dan Celana Cingkrang Ekspresi Beragama

Ilustrasi

SAMBAS, SP – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sambas tidak sepakat pernyataan Menteri Agama yang melarang penggunaan cadar dan celana cingkrang di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sekretaris MUI Sambas Sumar'in Asmawi mengatakan cara berpakaian, baik penggunaan cadar maupun celana merupakan ekspresi beragama seseorang dalam menunjukkan identitasnya. 

"Pelarangan ini terlalu masuk wilayah privasi yang tidak mungkin diatur negara, selagi tidak menganggu orang lain dan tidak menimbulkan keresahan masyarakat jangan diusik dan dibatasi," ungkapnya,  Minggu (3/11).

Negara, kata dia harusnya menjamin hak-hak beragama warga negaranya. Menurut dia kekhawatiran terhadap narasi radikalisme dan teroris seolah-olah didekatkan pada Agama Islam dan simbol-simbolnya.

“Sehingga muncul kebijakan negara yang sepertinya membatasi ekspresi beragama warga negaranya utamanya kaum muslimin," ungkapnya.

Sumar'in yang juga Wakil Rektor IAIS Sambas ini mengungkapkan penyataan yang dikeluarkan Mentri Agama merupakan kekeliruan menyikapi ekspresi beragama warga negara.

"Justru negara mestinya hadir memberikan rasa aman dan perlindungan bukan justru membatasi. Ingat bangsa ini dibangun atas dasar nilai-nilai agama. Oleh itu, penyelenggara negara harus memberikan apresiasi pada warganya yang taat menjalankan agamanya, dengan membina serta melindungi mereka, bukan justru menakuti dan membatasi seperti ini," tuturnya.

Sumar'in mengimbau agar kebijakan tersebut kembali ditinjau ulang untuk menghargai warga negara yang menjalankan ajaran agamanya.

“Berikan mereka kebebasan selagi tidak mengganggu dan menimbulkan keresahan masyarakat," pungkasnya. (noi/jee)