Jumat, 06 Desember 2019


Kelola Perbatasan untuk Kesejahteraan Rakyat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 34
Kelola Perbatasan untuk Kesejahteraan Rakyat

FOTO BERSAMA – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili foto bersama peserta Seminar Nasional Pengelolaan Wilayah Perbatasan Negara di Kalimantan Barat, yang digelar di Qubu Resort, Kubu Raya, Kamis (28/11).

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menghadiri Seminar Nasional Pengelolaan Wilayah Perbatasan Negara di Kalimantan Barat yang digelar di Qubu Resort, Kubu Raya, Kamis (28/11)

Seminar yang digelar merupakan kreatifitas dari Program Magister Ilmu Hukum Universitas Tanjung Pura Pontianak. Gelaran seminar nasional dibuka oleh Wakil Rektor I Universitas Tanjungpura.  

Isu yang menjadi paparan dalam seminar tersebut di antaranya perdagangan dan penguatan ekonomi dalam kerangka pengelolaan perbatasan negara di Kalbar, perlindungan pekerja migran indonesia di wilayah perbatasan negara Provinsi Kalimantan Barat, pengelolaan wilayah perbatasan negara di bidang ideologi dan politik. 

Dijelaskan Atbah, Sambas adalah daerah perbatasan yang memiliki dua akses,  lautan dan daratan. Dikatakan dia, isu perbatasan saat ini, bukan lagi sebagai daerah terpinggirkan, melainkan beranda negara. 

"Pemkab Sambas bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian pembangunan perbatasan Sambas. Sudah selayaknya Sambas mendapat perhatian lebih baik dengan hadirnya sarana prasarana infrastruktur yang mewah di titik batas, karena kita adalah beranda negara," katanya.

Menurut Atbah, isu perbatasan seyogyanya saat ini sudah memiliki gambaran program, guna mengatasi kesenjangan yang terdapat di titik batas. Dia berharap, jangan sampai rasa nasionalisme warga perbatasan berkurang. 

"Perbatasan diibaratkan dua sisi mata uang, memiliki sisi positif dan sisi negatif. Insyaallah perbatasan di Sambas, menjadi pendobrak roda perekonomian dan kesejahteraan rakyat Sambas," tutur dia. 

Atbah meminta masyarakat sama-sama cerdas menyikapi pembangunan perbatasan. Dia mengajak bersama menangkal pengaruh negatif yang berkembang dengan adanya akses perbatasan negara. 

"Tidak hanya untuk komoditi unggulan daerah yang bisa kita manfaatkan dengan hadirnya jalur perbatasan negara. Kita juga patut waspada jalur ini dimanfaatkan untuk penyelundupan narkoba dan barang ilegal lainnya," tukas dia. (hms/jee)