Senin, 27 Januari 2020


ASN Diduga Pengedar Narkoba Terungkap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 199
ASN Diduga Pengedar Narkoba Terungkap

KONFERENSI PERS – Polres Sambas menggelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Sambas, Jumat (10/1).

SAMBAS, SP – Belum genap sebulan di awal tahun 2020, Polres Sambas sudah menangani empat kasus narkoba.

Hal ini disampaikan Kapolres Sambas, AKBP Robertus Bellariminus Herry Ananto Pratiknyo saat konferensi pers kepada awak media di Mapolres Sambas, Jumat (10/1).

Empat kasus narkoba ini satu diantaranya melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Dalam 10 hari kita sedang mengungkap empat laporan polisi dengan tersangkanya empat orang. Kasus pertama pada awal tahun di Kecamatan Pemangkat dengan tersangka JU. Kedua, limpahan dari yang ditangani oleh Pamtas di perbatasan Indonesia-Malaysia dengan temuan 0,8 gram barang yang diduga meta vitamin," ungkap Kapolres.

Tak lama berselang, kasus narkoba kembali menyeruak beserta barang bukti 9,37 gram sabu dengan seorang oknum ASN diamankan di rumah dinas.

"Kasus ketiga ini cukup banyak barang buktinya. Tersangkanya AA dengan barang bukti 11 paket kecil, sejumlah 9,37 gram. Lokasi kejadiannya di sebuah rumah dinas Samsat di Dusun Ngengen, Desa Lumbang,” katanya. 

“Lalu yang terakhir kemarin diamankan sabu seberat 1,65 gram dengan tersangka NU pada hari Selasa. Khusus untuk kejadian di rumah dinas Samsat, ini pekerjaannya adalah ASN dan jelas-jelas adalah pengedar, ditangkap di Pontianak dan kami koordinasikan dengan Ditnarkoba di Pontianak," bebernya.

Dari empat kasus tersebut, Polres Sambas telah mengamankan barang bukti berupa 23 gram narkoba dan sejumlah uang tunai.

"Barang buktinya ada kurang lebih 23 gram, total uangnya untuk yang pertama Rp 1.850.000, untuk barang bukti yang paling banyak ya ASN itu tadi," kata Kapolres.

Untuk kasus penyeludupan paket narkoba yang didapat pengaman perbatasan, pelaku menggunakan cara menyisipkan narkoba ke dalam bungkus mie instan.

"Untuk sementara belum ada modus baru, cuma ini ada modus dicampur ke dalam Indomie kemasan di kasus yang diserahkan oleh Pamtas," katanya. 

Kapolres menegaskan, pihaknya akan semakin gencar mengungkap kasus narkoba, untuk melindungi masyarakat Kabupaten Sambas, terutama generasi muda.

"Komitmen kami dari Polres Sambas terhadap Narkoba Zero Toleran, baik itu terhadap pengedar maupun pemakai," tegasnya.

“Upaya yang bisa kami lakukan adalah bersinergi dengan Pamtas di perbatasan, akan lebih sering melakukan patroli, dan yang ketiga adalah upaya edukasi yang akan dilakukan mulai dari Polsek untuk menyampaikan imbauan Kamtibmas," tutupnya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Sambas,  Erwin Johana mengatakan, Sambas sangat beruntung karena memiliki Pos Lintas Batas Negara (PLBN), akan tetapi Sambas juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap hal negatif yang muncul, terutama penyeludupan narkoba dari negara tetangga.

"Tentu dari sisi positif  membawa  perekonomian Sambas. Namun ada sisi negatifnya, yakni semakin terbukanya penyeludupan narkoba dari negara luar," katanya, Jumat (10/1).

Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia, acap kali menjadi rute masuk barang laknat tersebut.

"Kasus narkoba di Sambas sering terjadi dan telah diamankan pihak kepolisian. Ini kita apresiasi. Namun, kewaspadaan patut kita tingkatkan, stakeholder, pemerintah, aparat keamanan semua harus bahu-membahu mengamankan Sambas dari narkoba, pemahaman kepada masyarakat juga amat penting untuk dilakukan," kata Erwin.

Belum adanya Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Sambas juga patut disikapi. Pasalnya lahan telah disiapkan oleh Pemda Sambas guna pembangunan Kantor BNNK Sambas.

"Dengan adanya BNNK di Sambas, bisa mempermudah dan mempercepat akses ke perbatasan dalam pencegahan masuknya narkoba. BNNK juga salah satu upaya untuk  memperkuat keamanan di daerah perbatasan agar aksi penyeludupan  narkoba tidak masuk ke Sambas," katanya. 

Kehadiran BNNK diyakini akan memperkuat upaya pencegahan dan perang melawan narkoba yang selama ini digencarkan dengan maksimal oleh kepolisian, pemerintah dan semua unsur di Kabupaten Sambas.

"Sejauh ini pihak kepolisian bersama yang lainnya telah melaksanakan upaya maksimal untuk pencegahan masuknya narkoba, akan tetapi kita yakin dengan kehadiran BNNK di Sambas pengamanan terhadap narkoba akan semakin kuat," tukas legislator PKB ini. (noi/bah)

Tes Urine ASN 

Tokoh Masyarakat Sambas, Kamarudin mengatakan, adanya oknum Aparatur Sipil Negara yang ditangkap karena mengedarkan narkoba menandakan Kabupaten Sambas daerah yang sangat rawan narkoba.

"Yang terpatri di dalam pikiran kita, ASN adalah orang yang baik, sehat, dan merupakan teladan. Adanya oknum ASN yang kedapatan menjual narkoba ini mengingatkan kita semua agar selalu waspada," ungkapnya.

"Artinya penampilan pengedar narkoba itu tak melulu seperti preman, ceking atau lusuh dan lainnya. Di balik seragam bisa saja terdapat manusia yang tak sepantasnya memakainya seperti ASN pengedar narkoba itu tadi," sambungnya.

Hal ini, lanjut dia, mesti disikapi dengan tegas oleh pemerintah. Langkah antisipasi harus dilakukan agar narkoba tidak semakin jauh masuk ke dalam kehidupan masyarakat.

"Saya sarankan sidak tes urine atau narkoba perlu dilakukan di instansi pemerintah," pungkasnya. (noi/bah)