Senin, 17 Februari 2020


‘Cinta’ Lama Bersemi Kembali?

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1116
‘Cinta’ Lama Bersemi Kembali?

SAMBAS, SP – Pasangan Atbah-Hairiah jilid dua berpeluang maju di Pilkada Sambas 2020 mendatang. Pasalnya, Hairiah ikut mendaftar sebagai calon wakil bupati ke DPD PKS Kabupaten Sambas. Sedang Atbah, sudah pasti dicalonkan sebagai Bupati oleh PKS.

Terkait pendaftarannya sebagai calon wakil bupati ke PKS, Hairiah mengatakan semua tergantung mekanisme partai. Dalam menjalankan roda pemerintahan bersama Bupati Atbah Romin Suhaili, Hairiah mengaku sangat baik dan tidak ada kendala.

"Saya dan Pak Atbah selama ini dalam menjalankan roda pemerintahan baik-baik saja," ucapnya, Selasa (21/1).

Dipaparkan Hairiah, sebagaimana dirinya, Atbah juga telah mendaftar di PPP sebagai bakal calon bupati.

"Untuk pendaftaran saya sebagai wabup di PKS, memang karena PKS membuka untuk pendaftaran wabup. Pak Atbah mendaftar di PPP karena PPP membuka pencalonan untuk bupati dan wakil bupati, jadi sama-sama kami mendaftar ke partai baik PKS maupun PPP, untuk penentuan semuanya diserahkan ke partai," tutupnya.

Wakil Ketua DPC PPP Kabupaten Sambas, Galih Usmawan mengatakan pendaftaran Hairiah menjadi wakil Atbah beberapa waktu lalu adalah hal yang biasa.

“Hairiah ikut mendaftar di penjaringan Wakil Bupati di DPD PKS Sambas saya kira biasa-biasa saja, kan baru mendaftar, semua masih proses," ungkapnya, Selasa (21/1).

Hairiah katanya juga intens menjalin komunikasi dengan parpol lainnya.

"Selama ini Bu Hairiah juga mendaftar di partai lain. Ini hebatnya Bu Hairiah, menghormati Pak Atbah sebagai Bupati Sambas, sehingga komunikasi politik pun tetap dijaga," paparnya.

Dia menerangkan hasil akhir akan ditentukan partai, tempat di mana Hairiah mendaftar.

"Semua proses ini akan diputuskan masing-masing internal partai, Intinya Bu Hairiah masih konsisten dan komitmen untuk memajukan Kabupaten Sambas, baik sebagai bakal calon bupati dan atau wakil bupati," katanya.

Ketua DPW PKS Kalbar, Arif Joni Prasetyo mengatakan hingga kini semua masih domain Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) di kabupaten. Walau sudah selesai proses rekrutmen wakil, masih ada jajak pendapat atau survei yang menjadi pertimbangan utama.

“Tentu tidak melupakan juga bahwa PKS harus berkoalisi, tentu akan ada pembicaraan dengan parpol koalisi. Nanti bersama TPPD membahas siapa wakil yang paling tepat,” katanya.

Paling tidak, Februari mendatang rekomendasi nama wakil sudah keluar dan langsung disampaikan ke pusat.

“Insyallah, nanti di awal Maret sudah keluar SK,” sebutnya.

Dari sembilan nama yang masuk, dia meyakinkan semua punya kesempatan sama. Tergantung pembahasan di tingkat parpol koalisi dan hasil survei.

“Bagaimanapun juga jajak pendapat sebagai sebuah cara pandang yang logis untuk mengambil keputusan. Yang jelas bisa bekerja sama dan memiliki kapasitas dan kapabilitas yang baik,” katanya.

Ketua DPD PAN Sambas, Guntur mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN di awal telah mengeluarkan dua rekomendasi internal, yaitu dirinya sebagai bakal cawabup dan, kader PAN lain, Misni sebagai cabup. Hanya saja, rekomendasi yang dikeluarkan layaknya surat tugas. Bunyinya mencari pasangan dan partai pengusung. Surat itu diteken tim Pilkada DPP khusus internal.

"Kalau untuk pastinya siapa calon yang diusung, DPP PAN akan mengeluarkan SK yang ditandatangani oleh Ketua Partai dan Sekjen," jelasnya.

DPD PAN Sambas sendiri juga membuka pendaftaran kepada bakal calon, baik yang berasal dari internal maupun eksternal. Namun siapa nama yang akan diusung, belum diketahui pasti. Begitu juga soal koalisi. PAN membuka diri pada siapa pun.

"Ada 18 orang yang mendaftar, baik sebagai cabup maupun cawabup. Tapi mayoritas yang daftar ke kita itu cabup. Nama-nama itu sudah diantar oleh DPD dan DPW PAN kepada DPP. Kita naikkan semua 18 nama itu ke DPP, mungkin masih melihat survei. Setelah itu barulah DPP mengeluarkan kepastian siapa akan diusung PAN," jelasnya.

Sedang Ketua DPC PDIP Kabupaten Sambas, Darso mengatakan belum bisa memastikan siapa yang akan diusung partainya. PDIP Sambas sudah membuka pendaftaran untuk balon bupati dan wakil bupati beberapa waktu lalu.

"Ada 12 orang yang mendaftar ke PDIP Sambas. Nama-namanya sudah di pusat. Untuk tahapan siapa yang akan diusung PDIP, sesuai ketentuan internal partai. Seperti melihat survei, karena ini salah satu cara untuk memutuskan siapa yang akan diusung," jelasnya.

Darso sendiri jadi salah satu calon bupati yang diperhitungkan melawan Atbah. Dia optimis mampu bersaing di Pilkada 2020, apalagi hasil surveinya cukup positif. Dia juga telah mendaftar ke partai lain mencari dukungan.

"Saya kerja keras turun ke lapangan, bertemu masyarakat, karena yang pilih kan mereka. Saya rutin turun ndak kayak orang mau calon baru rajin turun. Kami akan perkuat basis dan konsolidasi internal. Terlepas nanti direkomendasikan atau tidak, yang penting kami maksimalkan terus berikhtiar," tutupnya.

Ditantang Bawahan

Sejumlah nama penantang Atbah, juga datang dari birokrat. Sebut saja Satono yang mantap berpasangan dengan Fahrur Rofi. Keduanya adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Sambas. Nama lain adalah Achmad Hardin, Kepala RSUD Pemangkat. Dia jadi bakal calon wakil bupati Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Helman Fachri.

"Insyaallah sampai dengan saat ini saya masih tetap berpasangan dengan saudara saya Fahrur Rofi sebagai bakal calon wakil bupati dalam Pemilukada Kabupaten Dambas 2020," ungkap Satono.

Pasangan ini ingin Sambas lebih baik.

"Saya terpanggil untuk mewakafkan waktu, tenaga, dan pikiran saya untuk membangun Kabupaten Sambas ke depan yang lebih baik dalam rangka menyejahterakan ekonomi rakyat," ucapnya.

Menurut Satono, Kabupaten Sambas memiliki potensi yang luar biasa, dan ini semua harus bisa dikembangkan dengan tujuan akhir yaitu menyejahterakan rakyat.

"Potensi SDA dan SDM Sambas tersedia luar biasa, cuma kami melihat ini semua masih belum maksimal dikelola untuk kesejahteraan ekonomi seluruh rakyat Kabupaten Sambas," katanya.

Salah satu potensi yang dimiliki, adalah di bidang pertanian. Sayangnya, sektor ini belum terkelola dengan baik. Akibatnya, kondisi ekonomi masyarakat stagnan atau jalan di tempat.

“Pengangguran masih banyak, angka kemiskinan masih cukup tinggi, pendapatan per kapita masih jauh di bawah jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lain di Kalbar," paparnya.

Di lain tempat, Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Helman Fachri mengatakan dirinya adalah alternatif pilihan bagi masyarakat Kabupaten Sambas.

"Sebagai putra daerah, saya berkesempatan untuk maju menambah calon yang sudah ada, sehingga masyarakat disuguhkan alternatif calon pemimpin daerah, dan masyarakat dapat menilai, kemudian memilih yang terbaik menurut penilaian masyarakat," ungkapnya.

Helman Fachri juga meyakini kemampuan, reputasi dan jariangannya bisa menjadikan kondisi Kabupaten Sambas jauh lebih baik. "Saya bisa berbuat untuk mengatasi berbagi hal, dan meningkatkan kondisi daerah dan masyarakat yang jauh lebih baik," tuturnya.

Beberapa fokus pembangunan, akan menjadi isu utama dalam kampanyenya. Namun yang tidak lepas adalah aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Semua dengan memacu pertumbuhan ekonomi desa dan kawasan pedesaan.

Alasannya, Kabupaten Sambas saat ini masih belum mencapai potensi terbaiknya. Masih banyak hal mendasar yang mesti diatasi.

"Jalannya pemerintah saat ini belum maksimal, ini terbukti dari data yang ada, misalnya kemiskinan, infrastruktur jalan desa yang masih rendah, serta masalah sosial lainnya, lalu indikasi tata kelola pemerintahan tidak maksimal," paparnya.

Dia menyebut bersama Achmad Hardin, telah mendapat restu koalisi yang saat ini terus dikembangkan.

"Sudah ada beberapa partai yang mendukung, karena memang harus koalisi. Koalisi ini inshaallah cukup dan akan terus dikembangkan," katanya.

Pendaftaran Juni

KETUA Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sambas, Sudarmi mengatakan saat ini Pilkada Kabupaten Sambas sudah memasuki tahap penerimaan penyelenggara badan ad hoc di tingkat kecamatan. Dalam penerimaan badan ad hoc, KPUD Kabupaten Sambas juga tetap melakukan sosialisasi.

Penerimaan badan ad hoc akan dilakukan hingga 24 Januari. Selanjutnya, baru proses administrasi, tes tertulis, hingga wawancara. Namun untuk pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sambas akan dilakukan pada Juni mendatang.

"Untuk pendaftaran calon bupati dan wakil bupati akan dilakukan pada 16 hingga 18 Juni," ucapnya.

Dalam Pilkada kali ini, menurutnya wilayah rawan sudah sedikit berkurang karena semua akses sudah bisa dilewati. Berkaca dari pengalaman Pemilu 2019, tidak ada daerah yang sulit dijangkau di Kabupaten Sambas.

"Untuk wilayah rawan rasanya sudah berkurang sekarang, karena semua akses sudah bisa dilewati," jelasnya.

Dia menjelaskan untuk sementara, KPUD Kabupaten Sambas masih menggunakan Data Pemilih Tetap (DPT) 2019. Karena saat ini masih belum masuk tahapan data pemilih. Dengan jumlah pemilih pada 2019 sebanyak 429.331 jiwa.

Pilkada Kabupaten Sambas lima tahun yang lalu, tingkat partisipasi pemilih sebanyak 59 persen. Namun untuk Pemilu lalu naik sebesar 72 persen. Sedang di Pilkada Serentak, ditargetkan partisipasi pemilih sebesar 65 persen. KPUD Kabupaten Sambas selalu melakukan sosialisasi sesuai dengan anggaran yang diamanahkan Pemerintah Daerah.

"Sosialisasi juga kita kerjasamakan dengan organisasi yang ada di Kabupaten Sambas seperti organisasi perempuan agar partisipasi meningkatkan," pungkasnya. (din/bls)