Senin, 17 Februari 2020


Atbah Senang Panen Padi Meningkat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 67
Atbah Senang Panen Padi Meningkat

PANEN PADI - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili melaksanakan panen raya padi di Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, Kamis (13/2).

SAMBAS, SP - Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili melaksanakan panen raya padi di Desa Bukit Segoler, Kecamatan Tebas, Kamis (13/2).

Dalam sambutannya, Atbah mengaku gembira dengan hasil panen yang cukup besar yang diperoleh petani, dimana saat ini petani bisa memperoleh sedikitnya ada 1 ton beras dalam setiap satu hamparan lahan (borong).

"Biasanya di antara 400 sampai dengan 700 kilogram, tapi sekarang sudah hampir 1 Ton dalam setiap borong. Ini peningkatan yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan dengan penyuluhan, edukasi secara terus-menerus kepada masyarakat membuat hasilnya lebih meningkat lagi," katanya.

Dikatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sambas juga terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong peningkatan produktivitas para petani.

Upaya yang sudah dilaksanakan yaitu hadirnya irigasi, alat-alat pertanian, pupuk dan bibit. Hal itu akan terus menjadi konsentrasi pemkab untuk diberikan kepada para petani.

"Dan tentu fokus utama ialah pasar yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas, sehingga para petani bisa meningkatkan hasil tani dan pasar pun terbuka untuk bisa menjualnya," ungkapnya.

Selain itu, Atbah juga berpesan kepada para petani Desa Bukit Segoler untuk tetap selalu bersatu padu dan kompak untuk meningkatkan hasil pertanian.

Atbah berterimakasih kasih kepada para penyuluh desa, Camat dan Dinas Pertanian yang selalu mendukung kegiatan ini.

Ke depan, Atbah menginginkan masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani bisa berorientasi pada ekspor.

"Harapan kita, petani kita berorientasi pada ekspor dimana kita bisa menjual hasil panen para petani ke Malaysia," tuturnya.

Atbah mengingatkan kepada seluruh aparatur kecamatan, desa dan dinas terkait bisa bersama-sama fokus dalam memperhatikan para petani dan mengupayakan pasar buat para petani, agar semakin terbuka, baik itu pasar daerah, luar daerah, maupun luar negeri.

"Sehingga apa yang dihasilkan oleh para petani betul-betul berefek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pertanian," tutupnya.

Panen raya tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Yayan Kurniawan, Danramil, Kapolsek Iptu Jami'ad, Camat Tebas Marianis, dan Kepala Desa Bukit Segoler. 

Industri Pengolahan Padi 

Sementara Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana mendorong segera dilaksanakan hilirisasi industri pertanian di Kabupaten Sambas.

Ia menilai, potensi pertanian di Kabupaten Sambas yang sangat besar adalah sebagai magnet tersendiri bagi Kabupaten Sambas.

Terlebih, kata Erwin, Sambas setiap tahunnya dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Barat.

"Kita selama ini dikenal sebagai lumbung pangan Kalimantan Barat, tapi kita belum punya merek beras tersendiri. Padahal potensi kita besar," paparnya.

Menurutnya, ke depan Pemkab Sambas perlu mendorong hadir sebuah industri pengolahan padi yang dikemas menjadi beras lokal Kabupaten Sambas.

"Nantinya bisa jadi produk unggulan kita yang bisa kita jual di kabupaten, kota di Kalbar dan bahkan bisa kita impor melalui PLBN Aruk," tegasnya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga berharap peran dari pihak swasta yang bisa bersama-sama mengelola potensi pertama di Kabupaten Sambas.

"Saya yakin ada investor yang ingin mengelola potensi pertama kita. Apalagi untuk membuat industri pengolahan padi menjadi beras yang sudah di kemas, saya yakin banyak yang mau," katanya.

"Sekarang tugas kita adalah memastikan bagaimana kualitas padi kita. Pecahan berasnya berapa persen. Berapa kali dalam setahun bisa panen dan mampu atau tidak memenuhi kebutuhan dunia industri dan pasar di Kalbar," pungkasnya. (hms/noi/bah)

Pabrik Mesin Pengemasan

Tokoh Masyarakat, Kamarudin mengatakan, meski panen raya merupakan berkah yang patut disyukuri bersama, namun persoalan pasca panen yakni pangsa pasar mesti menjadi agenda prioritas para pemangku kebijakan.

“Tapi salah satu tantangan adalah seharusnya panen raya itu kita sambut bukan hanya dalam perayaan, tapi juga membawa kebahagiaan. Sebab, seringkali panen raya justru membuat para petani banyak menangis,” ujarnya.

Hal itu karena biasanya saat panen harga gabah turun, sehingga tidak sesuai dengan harapan para petani.

“Nah, ini harus berpikir dan bekerja keras bagaimana mengatasi hal ini agar setiap panen raya harga jual petani itu bisa terjamin. Salah satunya kita dorong fungsi Bulog. Cuma Bulog dibatasi Undang-Undang, sehingga tidak bisa membeli gabah dengan harga yang tinggi,” tuturnya.

Pemerintah, kata dia, juga harus melakukan upaya lain seperti pembuatan gudang untuk menampung hasil pertanian berupa gabah oleh Gapoktan.

Menurutnya, ada tiga hal yang harus diberikan kepada Gapoktan selain gudang yakni pabrik penggilingan padi dan pabrik mesin pengemasan. 

“Sehingga setelah dikemas dengan baik, bisa langsung dijual ke konsumen, tapi kan kita tidak bisa hanya membangun karena petani juga harus dibantu modal untuk menyerap seluruh gabah. Tak mungkin petani harus menunggu sampai semuanya terjual ke konsumen,” tukasnya. (noi/bah)