Langganan SP 2

Gubernur Cornelis: RSUD Siaga, Kalbar Darurat Rabies

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 529

Gubernur Cornelis: RSUD Siaga, Kalbar Darurat Rabies
ILUSTRASI (ccac.ca)
SANGGAU, SP – Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Kadistankanak) Kabupaten Sanggau, John Hendri menyebutkan, hingga Juli 2016 kasus gigitan anjing gila kian meningkat, yakni  berjumlah 56 kasus. Kejadian tersebut merambah tiga kecamatan di antaranya Mukok 44 kasus, Jangkang 9 kasus dan Entikong tiga kasus gigitan.

“Untungnya dari total tersebut, tidak ada korban meninggal. Jadi semuanya masih aman. Sementara kasus ini kami sebut wabah bukan Kejadian Luas Biasa (KLB), ” ujarnya, Rabu (27/7).

Meskipun belum ada korban jiwa, namun Jhon menyatakan pihaknya akan bersiaga. “Penanganan di lapangan sudah dijalankan. Seperti vaksin anjing. Kami menerima 2000 dosis dari pemerintah provinsi,” bebernya.

Kasus gigitan anjing gila ini, awalnya terjadi di Mukok pada pertengahan Juni. Berlanjut hingga ke Jangkang  serta Entikong di akhir Juni.
“Vaksinasi kami lakukan sebelum kejadian. Misalnya di Semuntai, ternyata beberapa hari kemudian terjai di Kedukul. Makanya kami merasa kecolongan atas kejadian ini,” terangnya.

Agar kejadian serupa tak merambah ke kecamatan lainnya, pihaknya membentuk Rabies Center yang dipusatkan di Mukok, sebagai lokasi pertama kasus ini.
“Kalau nanti merambah lagi ke Jangkang, berarti kami bentuk di sana,” terangnya.


Selain itu, pihaknya juga akan menyusun jadwal vaksin bagi anjing. Sementara vaksinasi manusia akan ditangani Dinas Kesehatan. Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis mengingatkan kepada Kepala Dinas Kesehatan di seluruh kabupaten/kota, serta Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se-Kalbar untuk bersiaga karena Kalbar sudah darurat rabies.

“Jadi saya minta setiap menemukan kasus gigitan anjing agar segera ditangani dengan menyuntik vaksin anti Rabies (VAR). Kepada warga juga agar memvaksin anjing peliharaannya, ” jelasnya, saat pelantikan pengurus PMI Kabupaten Sanggau, Selasa (27/7).


Cornelis menjelaskan, Dinas Peternakan dan Kehewanan Provinsi, sudah diperintahkan untuk menyiapkan vaksin anti rabies 1500 dosis. Vaksin untuk manusia total 2500 dosis dari kementerian.

“200 dosis untuk 50 orang diprioritaskan untuk Mukok dan Kedukul di Sanggau, Melawi dan kabupaten lainnya. Ketapang 100 dosis, Bengkayang 50 dosis. Ini sudah ditangani dunia internasional dari FAO, Menko PMK,” katanya.

Cornelis juga mengatakan, pemerintah tidak melarang warga memelihara anjing dan babi. Tapi binatang harus dipelihara dengan sehat, sehingga tidak menimbulkan penyakit bagi yang memelihara.

“Karena sudah 8 kabupaten terkena rabies. kepala RS tolong perhatikan ini. Kadis tolong juga perhatikan kesehatannya. Semua intinya adalah pembangunan kemanusiaan. Bagaimana kita bekerja dengan sungguh-sungguh bertanggung jawab untuk masyarakat,” pungkanya. (pul/and/sut)