Dua Orang Tewas, Sanggau Berstatus KLB Rabies

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 801

Dua Orang Tewas, Sanggau Berstatus  KLB Rabies
ILUSTRASI (republika.co.id)

SANGGAU, SP – Dua warga Kabupaten Sanggau meninggal dunia akibat digigit anjing liar pengidap rabies. Kedua korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau sebelum akhirnya tewas.'.
 

Sarimin, Kabid Kepala Pengendali Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL) Diskes Sanggau menegaskan di ruang kerjanya, Jumat (12/8), jatuhnya dua korban jiwa ini memacu Pemkab Sanggau untuk segera memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB).  

Menurut Sarmin, kedua korban asal Kedukul, Kecamatan Mukok. Hanya saja, nama mereka belum diketahui karena datanya masih di RSUD Sanggau.   Sarimin menegaskan, pihaknya sudah melakukan sejumlah langkah untuk meminimalisir dampak gigitan anjing rabies. Di antaranya, memberikan sosialisasi kepada masyarakat.    

Sebelumnya Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kalimantan Barat, Abdul Manaf menyatakan, virus rabies sudah menyebar di delapan kabupaten di provinsi itu. Karena itu harus  segera dilakukan pencegahan secepatnya agar wabah rabies tidak meluas di kabupaten dan kota lainnya.

"Meskipun sudah menyebar di delapan kabupaten, jumlah kasusnya tidak sebanyak tahun 2015," katanya di Pontianak. 
 
Pihaknya berupaya semaksimal mungkin mencegah meluasnya virus rabies tersebut. Di antaranya, melakukan rapat koordinasi dengan sepuluh kabupaten dan kota pada Kamis (4/8).
 

Manaf menambahkan, awalnya kasus penyakit rabies ditemukan di Kabupaten Melawi dan Kabupaten Ketapang. Belakangan, kasus ini ditemukan pula di delapan kabupaten lain, antara lain Sekadau, Sanggau, dan terakhir di Landak.

"Untuk mencegah meluasnya virus ini, kami sudah bekerjasama dengan pemerintah kabupaten agar melakukan vaksin antirabies, terutama terhadap anjing-anjing liar,  dan menutup daerahnya agar virus tersebut tidak meluas ke daerah lainnya," katanya.

Manaf menambahkan, untuk daerah atau kabupaten sekitarnya yang sudah ditemukan kasus rabies, maka statusnya terancam sehingga harus melakukan VAR (vaksin antirabies) terhadap anjing peliharaan maupun liar untuk mencegah meluasnya rabies.  

 "Dalam upaya menekan penyebaran virus rabies tersebut, Kalbar  sudah mendapat bantuan 2.500 VAR, dan sudah datang saat ini sekitar 1.000 VAR yang langsung didistribusikan ke delapan kabupaten itu," ujarnya.

Saat ini, jumlah penderita rabies di Kalbar tercatat 1.319 orang. Sebanyak  1.200 di antaranya sudah divaksin antirabies. Sedangkan untuk korban meninggal dunia pada 2015- 2016 berjumlah 22 orang.(pul/ant/pat)