Wanita Hamil Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kebun PT SMP, Sanggau

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 1120

Wanita Hamil Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kebun PT SMP, Sanggau
Mayat wanita hamil tanpa identitas yang ditemukan tewas di lahan PT SMP, Selasa (20/9) sekitar pukul 13:15 WIB. (ist)
SANGGAU - Warga Dusun Danatuluh, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau dibeberkan dengan penemuan sosok mayat perempuan tanpa identitas di lokasi Quary perusahaan perkebunan sawit PT SMP, Selasa (20/9) sekitar pukul 13:15 WIB.

Saat ditemukan kondisi mayat perempuan yang diperkirakan berusia 20 tahun ini sudah membengkak dan mengeluarkan darah dari hidung serta kemaluannya. Perutnya juga membesar karena hamil delapan bulan.

Kapolsek Tayan Hilir, AKP Deni Gumilar mengatakan, mayat ditemukan pertama kali pukul 13.15 WIB oleh Vika (17), warga Dusun Ampar Desa Cempedak yang saat itu sedang mencari jamur sawit di lokasi Quari PT SMP.

Mayat ditemukan di dekat lokasi tumpukan tangkos.
"Melihat mayat tersebut, kemudian dia melaporkan kepada ibunya Mala (49), kemudian menyuruh saudaranya Budiyanto (39), untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian yang saat itu sedang melakukan patroli," ujarnya, Selasa (20/9).

Saat ditemukan, korban mengunakan baju kaos berwarna ungu, celana  batik warna biru, hitam dan putih. Posisi korban tertelungkup dengan kepala menoleh ke arah sebelah kiri.

Posisi tangan korban tertengkuk ke dalam sedangkan posisi kaki terbuka. Pakaian dalam (bra) korban yang berwarna putih motif ungu juga tidak terpasang dengan sempurna.


Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Kampung Kawat, korban diketahui sedang hamil sekitar delapan hingga sembilan bulan. Ada luka bekas benda tumpul di kepala dekat mata sebelah kanan. Pada tubuh bagian atas hingga bagian kaki melepuh karena terbakar.

Selain itu, kepala bagian atas berdarah dan kening bengkak. Korban diduga meninggal dunia sudah sekitar 30 jam.
Kapolsek mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kasus ini.

Polisi telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasang garis polisi, memeriksa para saksi, serta membawa korban ke puskesmas untuk divisum. (pul/ind/sut)