Danrem 121/ABW Usut Pencurian Bahan Baku Nuklir

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 857

Danrem 121/ABW Usut Pencurian Bahan Baku Nuklir
ILUSTRASI Peta Kapuas Hulu (indonesiamengajar.com)
SANGGAU, SP –  Komandan Korem 121/Alam Bhana Wanawai Brigjen Widodo Iriansyah menyatakan, pihaknya sedang mengecek dugaan pencurian bahan baku peledak berupa batu berjenis natrium oleh pengusaha Korea Utara dan Korea Selatan di Kabupaten Kapus Hulu, tepatnya di  Kecamatan Pengkadan, Kecamatan Boyang Tanjung, dan Kecamatan Bunut Hulu.

“Itu baru isu, belum ada pembuktian. Jangan mudah terpancing isu tersebut . Kalau memang betul, saya yakin TNI dan kepolisian sudah mengambil tindakan," tegasnya di sela kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Barat Cornelis di Sanggau, Rabu (21/9),
 

Menurut Widodo, pihaknya bertanggung jawab terhadap pengamanan perbatasan yang selama ini sudah dilakukan. Terutama masalah keluar-masuk di barang maupun orang di wilayah perbatasan termasuk penjagaan sumber daya alam (SDA).

“Semuanya kita jaga, karena TNI berkewajiban mengamankan daerah garis perbatasan. Khususnya Korem 121/Abw, yakni sepanjang garis Naga Batu sampai Temajo, itu  tanggung jawab kami,” tuturnya.


Sepanjang menjalankan tugas di wilayah perbatasan, pihak Korem 121/ Alam Bhana Wanawai mengklaim belum menemukan hal seperti ini.

Namun diakui Widodo,  pihaknya akan selalu waspada akan hal tersebut, dan mencoba terus mencari kebenarannya. “Sampai sekarang kami masih mencari kebenaran isu itu,” kata dia.


Sebagaimana diberitakan, pencurian itu berupa batu tungau, baha setempat, sebutan untuk batu natrium oleh pengusaha Korea. Batu yang mengandung salah satu unsur bahan peledak tersebut dibeli pihak asing dari masyarakat atau penambang tradisional.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Perbatasan Provinsi Kalbar, Krisantus Herusiswanto menyatakan, para pembeli merupakan pengusaha.  "Mereka beli dari masyarakat," tegasnya.


Atas dasar itulah Krisantus mendesak pihak TNI Angkatan Darat dan Polri mengusut dugaan oknum pengusaha dari Korut itu. "Laporan sudah masuk ke kami," lanjutnya. (pul/aju/pat)