Kantor Bea Cukai Entikong, Sanggau Musnahkan Barang Ilegal

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 509

Kantor Bea Cukai Entikong, Sanggau Musnahkan Barang Ilegal
Kepala Kanwil Bea dan Cukai Entikong, Syaifulloh Nasution didampingi instansi terkait memusnahkan barang bukti, Jumat (28/10). (SP/Saiful)
SANGGAU, SP - Ratusan ribu batang rokok Barang Kena Cukai (BKC)  dan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA)  berbagai merk dan kemasan dimusnahkan oleh Kantor Bea dan Cukai Entikong, Jumat (28/10). Ditaksir potensi kerugian negara yang diselamatkan dari masuknya BKC tersebut hampir Rp1 miliar.

 
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kalbar, Syaifulloh Nasution mengatakan bahwa sebagai instansi yang mengemban misi revenue collector (pengumpul biaya masuk barang,red) dan border protector (pelindung perbatasan,red), Bea dan Cukai Entikong melakukan pengamanan atas kemungkinan kebocoran penerimaan negara berupa bea masuk, cukai, dan Pajak dalam Rangka Impor (PDRI).

  
“Bea Cukai Entikong juga melakukan upaya pencegahan masuknya barang-barang ilegal ke wilayah NKRI,” kata Syaifulloh.

Syaifulloh menjelaskan, selama periode April hingga September 2016, Bea dan Cukai Entikong telah melakukan penindakan barang kena cukai berupa rokok, dan MMEA berbagai merk dan kemasan yang dilakukan di PLBN Entikong maupun di sepanjang perbatasan Kabupaten Sanggau.

“Selain itu, Bea dan Cukai Entikong juga telah menerima pelimpahan barang berupa MMEA hasil penindakan Pasukan Pengaman Perbatasan Batalyon Yonif 144/Jaya Yudha,” terangnya.

Total barang hasil penindakan dimaksud berupa rokok sebanyak lebih kurang 280.852 batang rokok, 4.278 kaleng, dan 3.198 botol.

Dari penindakan tersebut total potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebanyak Rp 881.491.196,00, baik dari bea masuk, cukai, dan PDRI.
Semua rokok dan MMEA hasil penindakan pada Jumat (28/10) berdasarkan UU Kepabeanan dapat dimusnahkan.

Pemusnahan inipun telah mendapat surat persetujuan dari Kepala KPKNL Pontianak. “Ini merupakan pemusnahan kali ke dua yang dilakukan oleh KPPBC TMP C Entikong selama tahun 2016 dengan total potensi nilai kerugian negara yang diselamatkan lebih dari 1,2 milyar rupiah,” akunya.

Sebagaimana diketahui, rokok dan MMEA adalah dua produk yang pemasukannya dibatasi sebagaimana ketentuan dari Menteri Perdagangan RI. Pengendalian pemasukan ini semata-mata ditujukan untuk perlindungan kepada masyarakat akan bahaya rokok dan MMEA, selain juga untuk melindungi industri serupa di dalam negeri.

Diungkapkan bahwa keberhasilan penindakan yang dilakukan oleh Bea dan Cukai Entikong tidak terlepas  dari  bantuan dan kerjasama Bea dan Cukai bersama instansi lain di perbatasan, terutama TNI, kepolisian, dan  peran serta masyarakat.

“Diharapkan masyarakat dapat mengetahui dan memahami ketentuan pembatasan impor rokok dan MMEA sebagaimana diatur dalam ketentuan Menteri Perdagangan. Untuk itu, mari bersama-sama kita berantas pemasukan dan peredaran barang  ilegal, dengan tidak mengonsumsi BKC ilegal,“ pungkasnya. (pul/bah)