Tahun 2017, Sanggau Dapat Kuota Cetak Sawah 10 Ribu Hektar

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 881

Tahun 2017, Sanggau Dapat Kuota Cetak Sawah 10 Ribu Hektar
ILUSTRASI Sawah (voaindonesia.com)
SANGGAU, SP - Kementerian Pertanian (Kementan) RI memberi kuota cetak sawah seluas 10 ribu hektare untuk Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Kabupaten Sanggau pada tahun  2017.

Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat keberhasilan program cetak sawah pada 2015 seluas 1.000 hektare dan 2016 seluas 4.800 hektare.

“Untuk tahun depan, kita sudah dialokasikan oleh pemerintah pusat seluas 10 ribu hektare. Artinya, kita sudah pernah dites oleh mereka sejak 2015. Kemudian dites lagi dengan ditambah luasannya 4.800 hektare dan selesai kita kerjakan. Tahun 2017, kita dialokasikan 10 ribu hektare,” kata Kepala Distankanak Sanggau, John Hendri.

Untuk menjawab tantangan itu, Distankanak meminta usulan dari kecamatan terkait lokasi yang hendak dicetak sawah dengan mempertimbangkan beberapa persyaratan.

Persyaratan itu antara lain lokasi tidak boleh masuk kawasan hutan. Kemudian harus ada kelompok petani. Untuk lokasi yang masuk HGU perusahaan, maka harus dikeluarkan terlebih dahulu dari HGU oleh kecamatan.

John mengaku, pihaknya cukup longgar mencari 10 ribu hektare mengingat masih banyak lahan potensial di Sanggau yang dapat digunakan untuk membuka lahan.

“Bicara potensi (cetak sawah 10 ribu hektare), hampir semua kecamatan berpotensi. Seperti di Parindu masih ada sekitar 600-an hektare. Di Tayan Hilir juga masih ada. Di Daerah Noyan sekitar 300-an hektare. Di Kembayan dan kecamatan lainnya juga masih ada,” bebernya.

Untuk menilai lokasi cetak sawah laik atau tidak, Distankanak memiliki tim teknis yang terdiri dari berbagai unsur di antaranya Distankanak, BPN, dinas kehutanan dan BAPPEDA.

“Tugas tim ini memverifikasi usulan-usulan yang masuk ke kita. Apabila itu layak, tentu akan kita teruskan. Nanti usulannya kita sampaikan dari bupati yang diteruskan ke Gubernur, lalu diteruskan kepada Kementerian Kehutanan,” terangnya.

Data sementara, usulan yang sudah masuk untuk mengikuti program cetak sawah tahun 2017 mendatang di antaranya Kecamatan Jangkang sekitar 800 hektare.

“Tapi itu berada di dalam satu kawasan. Tapi inikan masih dalam pertimbangan kita,” katanya.

Sementara itu,  Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau, Letkol I Gusti Putu Agung Sujarnawa mengaku bersyukur program cetak sawah yang merupakan hasil kerjasama TNI dan Distankanak pada 2016 bisa dilaksanakan dengan baik sebelum deadline.


“Sehingga mungkin ini suatu kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat yang harus kita jawab dan harus kita sukseskan,” jelasnya.
Disinggung masalah kesanggupan, dengan lugas Dandim menjawab bahwa jika ini perintah pimpinan, maka harus sanggup dengan segala macam cara. “TNI maupun Distankanak akan terus membangun sinergisitas. Ada beberapa langkah yang nanti akan dilakukan pihak kita sebelum melangkah program cetak sawah tahun 2017,” katanya. (pul/bah/sut)