Ormas Islam di Sanggau Minta Warga Tidak Mudah Terprovokasi

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 952

Ormas Islam di Sanggau Minta Warga Tidak Mudah Terprovokasi
DAMAI- Aksi damai umat Islam di Jakarta beberapa waktu lalu. (net)
SANGGAU, SP- Sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam di Kabupaten Sanggau meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu pasca aksi 4 November lalu.

Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sanggau, Ade Djuandi meminta masyarakat tidak terprovokasi dengan peristiwa dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Kita serahkan proses penyidikannya kepada proses hukum. Negara kitakan punya aturan, punya polisi yang memeriksa kasus ini. Kita tidak boleh main hakim sendiri,” ujar Ade.

Ia juga mengingatkan kepada para politikus atau siapapun yang bertarung di Pilkada untuk tidak menyinggung-nyingung ranah agama. Sebab hal tersebut sangat sensitif. “Kasus Ahok harus menjadi pelajaran bagi politikus supaya tidak lagi menggunakan agama sebagai tameng. Mestinya yang dijual kepada masyarakat itu visi, misi dan program kerja, bukan merambah keyakinan,” terangnya.

Sementara Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Sanggau, Antonius juga menyampaika agar masyarakat tidak terpengaruh pada hal-hal yang potensial membuat kekacauan. 
 Antonius meminta tokoh-tokoh agama  dapat berperan aktif memberikan pencerahan kepada umat untuk menjaga NKRI agar tetap utuh dan kuat.  

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Sanggau, Toyib Saefudin Alayubi mengatakan, hal-hal yang bertujuan merusak NKRI, maka serahkan kepada proses hukum.
“Biar aparat kita yang bekerja, jangan kita yang ribut di bawah,” jelas Toyib.

Toyib mengatakan bahwa Indonesia saat ini terus berkembang menjadi sebuah negara yang hidup berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa. “Di Indonesia masyarakat hidup aman, tenteram, saling menghormati, dan rukun berdampingan. Mari kita jaga dan rawat ini,” pungkas Toyib. (pul/bah)