Dijaga Polisi, Tiga Terdakwa Pembunuh Anisa Divonis Berbeda

Sanggau

Editor Soetana hasby Dibaca : 994

Dijaga Polisi, Tiga Terdakwa Pembunuh Anisa Divonis Berbeda
TERDAKWA UTAMA - Dua terdakwa utama pembunuh Anisa, Hamdani dan Zainal saat diperiksa di Polres Sekadau. (SP)
SANGGAU, SP – Sidang pembacaan putusan kasus pembunuhan Anisa (22), tenaga honorer Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau, di Pengadilan Negeri (PN) Sanggau, dikawal aparat kepolisian. Sejumlah personel polisi bersenjata tampak menjaga ruang sidang.

Ketua majelis hakim Didit Pambudi Widodo bersama dua hakim anggota John Malvino Seda Noa Wea  dan Marjuanda Sinambela, meyakini ketiga terdakwa, Hamdani, Zainal dan Abang Hamdan melakukan tindak pidana hingga menyebabkan Anisa warga Dusun Merapi, Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, meninggal dunia.

Dua terdakwa utama, Hamdani dan Zainal dijatuhi vonis kurungan penjara masing-masing selama 14 tahun. Majelis hakim menyatakan, kedua terdakwa terbukti bersalah melangggar Pasal 339 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Pasal ini mengatur ancaman kepada pelaku pembunuhan disertai tindak pidana lainnya.

Sementara terdakwa Abang Hamdan dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 233 KUHP, menyembunyikan dan menghilangkan barang bukti. Majelis hakim menjatuhkan vonis kurungan penjara 3 tahun 6 bulan penjara. 

Pembacaan putusan itu, dihadiri keluarga korban dan terdakwa, Kamis (24/11), di ruang PN Sanggau.

Kuasa Hukum ketiga terdakwa, Munawar Rahim menegaskan akan pikir-pikir untuk mengajukan banding, khususnya atas  vonis dua terdakwa utama. “Mereka berdua masih pikir-pikir dulu sebelum waktu yang telah ditentukan yakni selama tujuh hari. Sedangkan Abang Hamdan kemungkinannya tidak akan mengajukan banding atas putusan majelis hakim,” ujar Munawar. 

Ketiga terdakwa diseret ke meja hijau setelah polisi berhasil mengungkap kasus kematian Anisa. Korban ditemukan  di areal di rawa kompleks Perkantoran Pemkab Sekadau pada Jumat (22/4) lalu.

Hasil autopsi, diketahui korban dibunuh dengan cara dicekik. Di tubuh korban ditemukan tanda  kekerasan di bagian dada, tangan dan leher. (pul)