Dandim 1204/ Sanggau: Setiap 25 Hektare Langsung Tanam

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 927

Dandim 1204/ Sanggau: Setiap 25 Hektare Langsung Tanam
Ilustrasi
SANGGAU, SP- Program cetak sawah di Kabupaten Sanggau, akan dimulai pada medio Februari 2017.   Program ini akan diawali pada  lima kecamatan meliputi Tayan Hilir, Parindu, batas Noyan, Bonti dan Jangkang, tepatnya di daerah Sape yang berbatasan dengan Mukok.  

"Sistemnya tahun ini berbeda. Setiap 25 hektare langsung tanam. Maksudnya, cetak sawah dan dukungan Saprodi (Sarana Produksi) dari dinas pertanian juga jalan. Kalau dulu selesai cetak sawah, baru pertanian mengadakan Saprodi," kata Dandim 1204/ Sanggau,  Letkol I Gusti Agung Putu Sujarnawa selaku mitra Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (Dishangpan Hortikan) Kabupaten Sanggau, Senin (6/2). 
 

Dia mengungkapkan pengerjaannya tak lagi dilakukan Kodam, melainkan oleh Direktorat Zeni Angkatan Darat (Dirziat). Sementara Kodim tetap membantu, termasuk jumlah personel.
  "Tetap akan kita pantau karena ada standarnya," jelas Putu.  

Hanya saja, Putu Sujarnawa mengaku belum memastikan target selesai cetak sawah, termasuk soal prediksi iklim 2017.   "Yang penting jangan banjir saja. Makanya yang harus diperbaiki adalah paritnya," ungkapnya.   

Menurutnya, target tanam dua kali setahun masih menjadi prioritas.
  "Kalau perlu tiga kali. Tapi yang di Sanggau pada 2016 itu sudah ada yang dua kali. Tapi tak semua. Lagi pula dikhawatirkan kalau tak ditanami bisa tumbuh rumput. Makanya kita gerakkan petani dengan dukungan bibit lokal mereka," imbuhnya.  

Sementara,  Kepala Dishangpan Hortikan Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri berharap tantangan cetak sawah tahun ini kembali meraih hasil maksimal, sehingga apa yang sudah diberikan Kementerian Pertanian pusat tidak sia-sia.
 

"Kita harapkan seperti itu. Kita juga yakin ini akan tercapai," kata  Jhon Hendri.

Sedangkan Bupati Sanggau, Poulus Hadi meminta para pemuda, terutama dari organisasi Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau (PDKS) dan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (FKPM) Sanggau berperan dalam membuka peluang bisnis, termasuk ekspor padi ke Malaysia.


“Untuk daerah perbatasan akan banyak nanti dibantu rakyat menanam padi. Setelah itu hasilnya kita akan ekspor ke Malaysia. Pertanyaannya, siapa koperasi atau badan usaha milik daerah yang mengelola ini? Saya tunggu dari kalian,” kata Bupati di hadapan perwakilan dua ormas kepemudaan itu, belum lama ini. (pul/bah)
 

Baca Juga:
 

Komentar