Cetak Sawah di Sanggau Dinilai Gagal

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 654

Cetak Sawah di Sanggau Dinilai Gagal
TANAM PADI – Sejumlah petani sedang menanam padi di sawah. Di Sanggau, program cetak sawah dari pemerintah pusat dinilai gagal karena tidak mencapai target kuota yang diberikan.
SANGGAU, SP - Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau dinilai gagal dalam melaksanakan program cetak sawah. Pasalnya, dari 5.800 hektare kuota cetak sawah tahun 2015 dan 2016 dari pemerintah pusat, hanya 430 hektare saja yang tergarap.

“Kita sangat prihatin melihat hasil program cetak sawah yang disampaikan DPRD Sanggau dalam paripurna pada tanggal 28 April lalu. Dari kuota 5.800 hektare cetak sawah baru pada tahun 2015 dan 2016 yang tergarap atau yang tertanam padi hanya 430 hektare,” kata Ketua DPD KNPI Kabupaten Sanggau, Sulaiman kepada Suara Pemred, Senin (1/5). Ia pun meminta program cetak sawah di Sanggau dibatasi.

 “Lahan yang ada saja tidak tergarap maksimal, jadi untuk apa cetak sawah baru. Karena anggaran untuk cetak sawah itu tidak sedikit. Jika satu hektare cetak sawah anggarannnya Rp16 juta, dikalikan saja berapa uang rakyat yang dibutuhkan untuk program tersebut,” ujar Sulaiman.

 Sulaiman juga menyarankan agar DPRD Sanggau menelusuri lebih jauh perihal pelaksanaan program cetak sawah di Sanggau pada tahun 2015 dan 2016, sehingga akan semakin jelas fakta yang terjadi di lapangan. “Para wakil rakyat di DPRD Sanggau perlu menseriusi persoalan ini, dengan turun ke lapangan untuk mencari tahu apa sebenarnya yang menjadi kendala dalam program cetak sawah ini,” imbuhnya.

 Sebelumnya, DPRD Sanggau menyoroti progress cetak sawah yang dilakukan Pemkab Sanggau, dalam paripurna penyampaian rekomendasi DPRD Sanggau terhadap laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Sanggau tahun 2016, di aula Kantor DPRD Sanggau, Jumat (28/4).

 Melalui juru bicaranya, Edy Emilianus menyampaikan program cetak sawah seluas 5.800 hektare sejak 2015 dan 2016 di Kabupaten Sanggau belum optimal. Pasalnya, dari 5.800 hektare yang tercetak, baru tertanam 430 hektare yang tertanam. (jul/bah)