Listrik Padam karena Pemeliharaan Jaringan

Sanggau

Editor Syafria Arrahman ST Raja Alam Dibaca : 408

Listrik Padam karena Pemeliharaan Jaringan
PANGKAS POHON – Petugas sedang memangkas pohon yang dapat menggangu jaringan listrik. Di Landak, PLN setempat juga melakukan pemeliharaan jaringan dengan memangkas pohon yang lazimnya dilaksanakan setiap Sabtu. (Istimewa)

Manajer PLN Rayon Sanggau Kota, Hifni Ashif Kami meminta izin secara lisan. Tapi kalau skala besar dari Sanggau sampai Tayan. Biasanya kami kirim surat kepada bupati tembusan ke camat dan Polsek masing-masing untuk disebarluaskan ke masyarakat
SANGGAU, SP - Listrik yang sering padam di wilayah kerja PLN Area Sanggau membuat pelanggan semakin gerah. Terlebih pada hari Sabtu di jalur Simpang Tanjung-Sosok, Kecamatan Tayan Hulu, lama pemadaman bisa hingga delapan sampai 10 jam.

Manajer PLN Rayon Sanggau Kota, Hifni Ashif menjelaskan, pemadaman yang terjadi di jalur Simpang Tanjung-Sosok, biasanya memang ketika hari Sabtu karena dimanfaatkan untuk pemeliharaan jaringan. Salah satunya pangkas pohon. Dahan-dahan yang hampir menempel di jaringan dipangkas.
“Seperti kemarin kita minta izin kepada pemilik sawit, pohonnya kita suntik mati. Dan selama proses pemeliharaan jaringan itu memang harus padam, itu untuk menjaga keselamatan petugas kami,” katanya ditemui di kantornya, Kamis (8/7).

Di kecamatan-kecamatan, lanjut Hifni, ada juga yang bekerja di hari Kamis dan Sabtu. Biasanya mereka berkoordinasi dengan kepala dusun, kepala desa, camat untuk memberitahu bahwa ada kegiatan pemeliharaan jaringan. “Kami meminta izin secara lisan.

Tapi kalau skala besar dari Sanggau sampai Tayan. Biasanya kami kirim surat kepada bupati tembusan ke camat dan polsek masing-masing untuk disebarluaskan ke masyarakat,” terangnya.
Hifni menambahkan, daya listrik Sanggau disuplai dari dua pembangkit yakni PLTU Sei Batu dan PLTD Semboja. “Saat ini, kondisi pembangkit kami normal.

Daya mampu kami saat ini 24, 4 MW, terdiri dari PLTU 10 MW, dan sisanya sekitar 14,4 MW dari PLTD. Untuk beban puncak sendiri, tadi malam 23,669 MW. Jadi masih daya tersisa sekitar 800 KW. Jadi aman,” katanya. Berbicara padam, ada pemadaman dan padam karena gangguan.

Untuk pemadaman jarang dilakukan, kecuali PLTU ada gangguan. Pemadamannya pun tidak lama, paling satu atau dua jam sudah kembali normal. Kalau padam karena gangguan, paling banyak akibat pohon.
Untuk gangguan sendiri, sambung Hifni, ada gangguan permanen dan gangguan temporer. 

“Untuk gangguan temporer misalnya dahan sawit menyentuh jaringan kami, jadi trip lah. Kalau itu relatif tidak lama, langsung bisa normal kembali,” imbuhnya.
Berbeda ketika ada gangguan permanen, kata Hifni, misalnya ketika kabel putus. Jaringan tertimpa pohon.

“Nah pohon itu harus dievakuasi dulu, baru perbaiki jaringan yang tertimpa pohon tersebut. Tapi pada dasarnya kami tetap berusaha secepatnya agar kembali normal,” pungkasnya. (jul
/bah)