Hati-hati Kelola Dana Desa

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 498

Hati-hati Kelola Dana Desa
PUBLIKASI ANGGARAN – Pemerintah desa mempublikasi anggaran desa dalam selembar baliho yang dipajang di tempat strategis di sebuah daerah. Di Sanggau, dinas terkait meminta pemerintah desa melakukan hal serupa.
SANGGAU, SP - Dana desa yang dikelola masing-masing pemeritahan desa di Kabupaten Sanggau cukup besar. Kepala desa (Kades) dan perangkatnya pun diingatkan agar berhati-hati mengelola dana desa tersebut.  

“Seluruh desa di Kabupaten Sanggau sudah merampungkan APBDes dan saat ini mulai berjalan. Untuk anggaran ADD dan dana desa tahun 2017 tahap pertama, ADD 40 persen dari total Rp92.550.822.000 dan dana desa 60 persen dari Rp130.042.037.000. Jadi untuk tahap satu sudah semua,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Siron, Selasa (11/7).  

Siron mengingatkan agar cermat mengelola keuangan desa itu, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN.   Artinya, kata Siron, anggaran desa yang ada itu harus dikelola sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku. Sebab, jika tidak dikelola dengan baik, tidak mengedepankan prinsip akuntabel, efektif dan efesien, kedepan bisa-bisa berimplikasi hukum.  

“Kami selalu mengingatkan dan mengajak kepala desa agar berhati-hati dalam mengelola anggaran desa. Harapan kita tentunya, satu rupiah pun anggaran desa itu dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di desa,” ujar Siron.   Selain itu, Siron juga berharap, pengelolaan dana desa juga mengedepankan prinsip transparansi.  

“Sebagai wujud keterbukaan informasi publik, ada baiknya juga jika APBDes itu dipublis ke masyarakat, seperti melalui baliho dan sebagainya,” saran Siron.  

Siron menambahkan, tahun ini ada lima desa di Kabupaten Sanggau yang medapat dana desa cukup besar atau tertinggi. Desa itu yakni Majel, Bantai, Empiyang, Balai Tinggi, Sei Dangin, yang rata-rata mendapat Rp1,6 miliar.   “Rata-rata desa sudah mendapat dana desa Rp1,2 miliar lebih,” pungkas Siron. (jul/bah)