Kecewa Vonis Hakim, Fidelis Pertimbangkan Naik Banding

Sanggau

Editor hendra anglink Dibaca : 490

Kecewa Vonis Hakim, Fidelis Pertimbangkan Naik Banding
BUKTI FOTO - Pengacara Fidelis, Marcelina Lin menunjukkan bukti foto istri Fidelis ketika masih terbaring sakit. (Ist/SP)
SANGGAU, SP - Ditemui usai sidang, kuasa hukum Fidelis, Marcelina Lin juga menyatakan masih akan memikirkan apakah akan naik banding atau tidak.

“Kita pikirkan selama tujuh hari ke depan, artinya sampai hari Rabu depan. Kalau kita banding akan kita kabari,” ujarnya.

Sebagai kuasa hukum Fidelis,  pihaknya menjelaskan kepada Fidelis bahwa dia punya hak untuk melakukan banding jika tidak menerima putusan tersebut. Tetapi, dia juga punya hak untuk berpikir, bila dia masih tidak bersedia untuk melakukan banding.

“Jadi kami tidak mempengaruhi sama sekali, kami hanya memberikan hak-haknya. Kalau banding itu seperti apa dan kalau tidak banding itu seperti apa,” jelasnya.

Namun pihaknya, kecewa terhadap vonis tersebut. Tuntutan dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) itu adalah pasal 111 ayat (2). Kemudian diputusan Majelis Hakim mengambil pasal 116 ayat (1) UU Narkotika.

“Kami melihat dari fakta persidangan bahwa, majelis hakim juga menyatakan tidak terbukti menyalahgunakan narkotika, tidak terbukti dalam perdagangan narkotika, dia hanya menggunakan ganja untuk mengobati istrinya,” katanya.

Pada saat tes urine di Kesbangpol dan Linmas, Fidelis juga tidak terbukti dan tidak ada sangkut pautnya dengan dua orang pengawai di Kesbangpol yang positif (narkotika). Begitu juga dari BNN Kabupaten Sanggau, Fidelis tidak terbukti menggunakan narkotika.

Meski begitu, Kepala BNN Budi Waseso menyatakan, tetap tidak ada ampun untuk kasus narkoba. Alibi Fidelis harus dibuktikan di persidangan. "Nah, itu tetap tidak ada maaf, tidak ada pengampunan," ujar Buwas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3).

Buwas pun tak percaya begitu saja terhadap pengakuan Fidelis, yang sengaja menanam ganja untuk mengobati istrinya. Seharusnya, Fidelis membawa istrinya menjalani pemeriksaan medis, sebelum memutuskan menggunakan ganja sebagai obat.

"Itu dari mana penyembuhannya. Kan harus dibuktikan penyembuhannya. Itu harus melalui medis, kata siapa itu (ganja) menyembuhkan," ujarnya. (jul)