Langganan SP 2

Vonis Fidelis Dinilai Tidak Substantif

Sanggau

Editor hendra anglink Dibaca : 269

Vonis Fidelis Dinilai Tidak Substantif
VONIS - Fidelis Arie Sudewarto (36) alias Nduk tak kuasa menahan air matanya, ketika anak bungsunya, Samuel Finito Sumardinata menghampirinya. Ia lantas memeluk erat anaknya dari dalam penjara di PN Sanggau, usai divonis 8 bulan penjara, Rabu (2/8).
PONTIANAK, SP - Khairuddin Zacky Deputi Pusat Bantuan Hukum (PBH) Kalimantan menilai putusan atas kasus Fidelis merupakan contoh bahwa penegakan hukum di Indonesia masih berbasis prosedural tidak substantif.

Keadilan hanya dipandang sebatas teks di dalam undang-undang, tanpa memperdulikan hal-hal lain di luar itu.

Dia menerangkan, secara hukum jelas dan pasti Fidelis terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 116 Ayat (1) UU Narkotika, akan tetapi dari sudut pandang keadilan, tentu hal ini mencederai rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat.

"Bayangkan saja, di tengah susahnya hidup di negara ini, di mana mendapatkan pelayan kesehatan yang layak ibarat mencari jarum dalam jerami. Setelah kemudian ditemukan cara pengobatan almarhumah sang istri walaupun ilegal dengan ganja, pada akhirnya Fidelis harus mendekam dibui," kata Zacky, kemarin.

Kendati demikian, sikap hakim patut diapresiasi karena hakim mampu menerobos batasan minimium dalam UU Narkotika, dimana ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun, ditambah denda minimal Rp1 atau Rp15 miliar.

"Hakim berani menerobosnya dengan memberikan vonis penjara delapan bulan, ditambah denda satu miliar rupiah subsider satu bulan penjara," ucapnya.

"Sekali lagi, pencarian keadilan yang benar-benar substantif, masih merupakan hal yang dirindukan di negeri kita ini," timpalnya. (umr)