Amankan Dua Mobil Tangki Pertamina ‘Kencing’ di Jalan

Sanggau

Editor Tajil Atifin Dibaca : 1523

Amankan Dua Mobil Tangki Pertamina ‘Kencing’ di Jalan
DIAMANKAN - Dua mobil tangki pengangkut BBM jenis bensin dan solar diamankan Polres Sanggau, Jumat (22/9).
SANGGAU, SP – Jajaran Polres Sanggau berhasil mengungkap kasus Bahan Bakar Minyak (BBM) ‘kencing’ atau penyelewengan BBM di jalan. Dua mobil tangki dengan nomor polisi KB 9531 AG dan KB 5535 FA diamankan usai ‘kencing’ di depan Jalan Perintis, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Jumat (22/9) pagi.  

Mobil milik Pertamina tersebut diketahui dari arah Sungai Batu. Namun belum diketahui pasti tujuan mobil tersebut. Penangkapan tersebut dibenarkan Kapolres Sanggau, AKBP Oki Waskito.   “Betul, sekarang baru diselidiki untuk temukan pidananya,” kata Kapolres saat dikonfirmasi via seluler, kemarin.  

Menurut Oki, mobil tangki yang diamankan tersebut membawa BBM jenis bensin dan solar. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan atas barang bukti yang ditemukan di lapangan.  

“Sabar ya mas, biar terang dulu posisi kasusnya,” jawab Kapolres singkat.  

Kasus tersebut mendapat perhatian Ketua DPRD Sanggau, Jumadi. Legislator PDI Perjuangan ini berharap polisi dapat mengungkap kasus tersebut sampai tuntas.  

“Kita dukung aparat mengusut tuntas kasus ini agar penyelewengan BBM ini tidak terjadi lagi di kemudian hari,” harapnya.  

Kepada pihak Pertamina, Jumadi meminta agar memberikan tindakan tegas kepada sopir kedua tangki yang kedapatan ‘kencing’ di jalan.  

“Menurut saya, penyelewengan BBM ini sudah masuk pelanggaran berat. Pertamina harus memberikan sanksi tegas agar kedepan tidak ada lagi sopir-sopir nakal yang berani melakukan hal seperti ini,” ujarnya.  

Jumadi juga meminta pihak pertamina mengambil langkah cepat untuk menjamin pasokan dan penyaluran BBM ke wilayah timur Kalbar, khususnya Kabupaten Sanggau tidak terkendala akibat kasus ini.  

“Jangan gara-gara kasus ini mendistribusian BBM ke wilayah timur Kalbar terganggu, khususnya di Kabupaten Sanggau,” timpalnya.  

Ia juga meminta polisi untuk mengungkap secara mendalam kasus ini. Tidak hanya fokus pada sopirnya, tapi juga kemana BBM yang diselewengkan itu mereka simpan atau jual.  

“Bisa jadi, ‘kencing’ di jalan ini bukan kali pertama dilakukan. Perlu didalami lagi sudah berapa kali sopir itu melakukannya, jumlahnya besar atau kecil, terus BBMnya untuk apa? Dijual kemana? Itu harus diusut tuntas. Jika dijual, penampung BBM hasil kejahatan ini juga harus diproses, termasuk jika BBM itu dijual ke perusahaan perkebunan misalnya,” pungkas Jumadi. (jul/bah)